Ia Yang Tak Pernah Pulang

Ia Yang Tak Pernah Pulang

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
Klaria Callisya Safira Al-Asra sudah terbiasa hidup tanpa pelukan ibu. Ibunya meninggal saat ia masih balita, terlalu kecil untuk mengenal, apalagi mengingat. Ayahnya, Mahendra Al-Asra,seorang CEO sibuk yang lebih banyak hadir di ruang rapat dari pada di rumah,dan memilih menitipkan anak bungsunya kepada sang adik, Tante Vanessa. Alasannya sederhana: ia tak sanggup membesarkan anak sendiri. Tapi bagi Klaria, itu terdengar seperti penolakan yang dibungkus alasan logis. Sekarang, di usia 15 tahun, Klaria mulai merasa lelah. Lelah berpura-pura klo ia baik-baik saja, lelah terlihat ceria saat hatinya kosong. Ia mulai bertanya, bukan hanya soal masa lalu, tapi juga soal dirinya sendiri. Kenapa harus aku yang ditinggal? Kenapa ayahku begitu asing? Dan... sampai kapan aku harus merasa seperti orang lain.....di keluargaku sendiri? Kakak pertamanya, Alvaro, adalah prajurit TNI Angkatan Laut yang jarang pulang. Kakak keduanya, Ghazali, mulai sibuk dengan dunia remajanya sendiri. Sementara ayahnya? Masih terus pergi, dan tak pernah benar-benar hadir di hidup klaria.....
All Rights Reserved
#909
rumah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik senyumanku
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • HOW TO MAKE A DADDY [END]
  • Teacher Is My Husband
  • ALLAND
  • Step Mom
  • Hancur
  • My Way [END]

Semua orang bilang aku kuat. Katanya, aku ceria, mudah bergaul, selalu tersenyum. Tapi mereka tak tahu, senyumku hanyalah tameng dari luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Namaku Raya Azzalea Putri. Aku anak dari keluarga yang tak lagi utuh. Ayah pergi tanpa pamit, Ibu diam-diam menangis setiap malam, dan aku? Aku pura-pura bahagia setiap hari. Di balik senyumanku, ada rindu yang tak bisa disampaikan. Ada puluhan surat untuk Ayah yang tak pernah terkirim. Ada tangis yang kutahan sendiri dalam gelap. Ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang kehilangan, harapan, dan bagaimana aku belajar bertahan saat dunia terasa runtuh. Karena tak semua luka terlihat. Dan tak semua anak bisa memilih untuk lahir di keluarga yang utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines