Story cover for Tujuh Surat by sxhaaar
Tujuh Surat
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published May 30, 2025
Surat pertama datang tanpa nama, surat ketujuh datang dengan tuntutan. 

-----

Kehidupan Natya yang seharusnya biasa - biasa saja seketika harus berubah setelah menerima surat tanpa nama. Surat dengan wax seal berwarna merah gelap itu berisikan sebuah peringatan yang akan terjadi - yang benar - benar terjadi.

Setiap tanggal 7, surat demi surat terus berdatangan. Semuanya memuat teka - teki yang mengarah pada satu tragedi di masa lalu. Satu per satu korban berjatuhan, dan satu per satu pula masa lalu kelam mereka terungkap. Semua benang merah merujuk pada satu nama: Prabu, siswa yang hilang misterius tiga tahun lalu.

Bersama Lahar, lelaki jenius yang pendiam, Natya mencoba memecahkan misteri dan mencari dalang di balik surat - surat itu. Tapi semakin dalam mereka menyelidiki, semakin mereka sadar bahwa ini adalah rencana balas dendam yang dirancang sempurna.

Dan ketika surat ketujuh tiba, Natya harus memilih: membongkar semuanya atau tetap diam dengan rahasia yang bisa menghancurkan segalanya.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Tujuh Surat to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
🍀 AKSAMALA (PondPhuwin) | ENDING  cover
Trasmigrazione Gemellare Antagonista.    cover
Shadow in the Lab cover
Bound to Him cover
Transmigrasi Liana cover
SHEA SANG FIGURAN cover
Hello, Mr. Mafia! cover
Set Me Free 'ORINE° cover
The Clean Hands Club [h2h] cover
Setting the Path of Life - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)  cover

🍀 AKSAMALA (PondPhuwin) | ENDING

43 parts Ongoing

"Hah? Dijodohin? Gamau ah, emangnya ini jaman Siti Nurbaya?" Ucap Phuwin kepada ibundanya. "Tidak boleh menolak sayang, percaya deh sama bunda kamu pasti suka." Ucap bunda sembari kembali mencocokkan beberapa jas di badan Phuwin. "Kenapa bunda ga tanya Phuwin dulu?" "Karena kalau bunda tanya dulu, jawaban kamu ga akan sesuai sama yang bunda mau. Sudah jangan banyak mengeluh, nurut sama bunda." Skakmat, Phuwin akhirnya hanya bisa pasrah dengan ibundanya. WARNING! - LGBTQ area - PondPhuwin area - 1821+ area - Mengandung kekerasan dan kata kasar - Cerita ini hanya rekayasa penggemar tidak bermaksud sindiran ataupun sugesti hal keburukan, apabila ada kesamaan nama, tempat, alur dan waktu maka hal tersebut adalah sebuah kebetulan dan tanpa adanya kesengajaan.