Ribut Terus, Sayang Tetap [ Ddeungromi ]

Ribut Terus, Sayang Tetap [ Ddeungromi ]

  • WpView
    Reads 2,170
  • WpVote
    Votes 219
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Bagaimana jadinya jika Khaluna Asyadelle yang ngeselin bangettt pacaran sama Kavian Saskara yang 11 12 sama Khaluna? Hubungan mereka tuh bisa dibilang kayak kombinasi antara perang dunia ketiga, keduanya sama-sama ngeselin tingkat dewa. Khaluna yang punya level ngeselin dari lahir, centilnya gak ketulungan dan Kavian yang suka tebar pesona disekolah juga sifat tengilnya yang membuat darah tinggi. Kalau mereka berantem, sudah pasti yang kelimpungan adalah teman-teman mereka. Serius deh, bukan mereka yang capek, malah teman teman mereka yang stress. "Ro, lu kok biarin Ian godain temen sekelas gue sih!" ujar Khaluna dengan kaki dihentak hentakkan. "Kak Nadyn, kok lu biarin temen lu nyari cadangan!" ujar Kavian sambil memegang kepala dramatis. Tuh, kan. Sudah jelas teman teman mereka yang jadi korban, Kavian dan Khaluna bakalan sambat terus menerus dan baru berhenti ketika sudah baikan. "Maafin Ian ya kakak princess.." "Maafin aku juga.." Dan oh iya, Khaluna ini setahun lebih tua dari Kavian. Jadi, udah kayak kakak kelas yang ngeselin tapi disayang banget. Kadang suka pamer umur biar Kavian inget siapa yang lebih tua ( dan katanya lebih dewasa--padahal yaa... mirip mirip aja tingkahnya ).
All Rights Reserved
#106
ddeungromi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kandang Setan: Reborn
  • Constellations From The Room
  • Kavelo
  • KAIREL [END]
  • Acceleration LOVE
  • SYAKIRA how are you?
  • My Famous Boyfriend [Completed]
  • Enemy To Lovers (Revisi)

Kelas XII IPS 3 punya reputasi turun temurun yang nggak bisa dihapus: Kandang Setan. Julukan yang nempel karena kelas ini selalu dipenuhi murid paling ribut, paling susah diatur, dan paling banyak drama. Capek jadi sorotan negatif, sekolah ambil langkah drastis: acak ulang murid dan satukan si 'anak baik' dengan si 'anak nakal' dalam satu kelas. Kedengarannya gila? Memang. Tapi dari kegilaan itu, pelan-pelan tumbuh sesuatu yang nggak pernah diduga. Di tengah ribut-ribut kelas, gombalan absurd, sampai debat receh yang nggak penting, mereka mulai saling kenal... dan saling jaga. Bukan cuma soal nilai dan tata tertib, tapi soal belajar tumbuh bareng-bareng. Karena kadang, di tempat paling nggak terduga, kamu bisa nemuin versi terbaik dari diri kamu sendiri. Dan mungkin, keluarga yang nggak sedarah-tapi sehati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines