Up To Me

Up To Me

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Ara nama gadis kecil yang hidupnya seperti terkurung di dalam toples. Dia anak tunggal di keluarga itu. Sering dianggap orang hidupnya penuh dengan kenyamanan. Banyak juga orang mengira jika dia anak kesayangan, anak yang manja, dan tidak pernah kesusahan. Persepsi mereka tentang Ara tidak salah, karena memang kebanyakan orang tua yang memiliki anak hanya satu, akan menjadikan mereka seperti anak emas yang sangat berharga. Namun mereka tidak tau jika di balik pintu rumah yang sederhana itu setiap harinya menyimpan segunung luka yang hanya dirasakan olehnya saja. Gadis kecil yang seusia Ara, yang harusnya waktu riang-riangnya bermain dengan anak seumurannya, tubuh dan hatinya seperti emas palsu. di luar tampak begitu bersinar dan berkilau layaknya perhiasan yang mahal. Namun jika di dalam rumah dia sendiri, tangannya kosong tak memegang mainan, malah menutupi kepala dan pipinya dari sebuah tamparan. Jika ditanya soal CITA-CITA? Aku harap Ara juga memiliki cita-cita sama seperti temannya yang lain,
All Rights Reserved
#18
komedihoror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Aku Cuma Nyasar, Kenapa Jadi Penyelamat?
  • ARGA [TERBIT]
  • ZENIKA [SELESAI]
  • Lady Antagonis (TAMAT)
  • Bola Kaca
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • ARA
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines