Silence in the Nine Seasons

Silence in the Nine Seasons

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Silence in the Nine Seasons adalah sebuah novel lirih dan puitis tentang cinta yang tumbuh diam-diam, tanpa suara, tanpa pengakuan, selama hampir satu dekade. Tokoh utama dalam novel ini memilih bungkam sejak pertemuan pertamanya dengan seseorang yang diam-diam mengisi ruang hidupnya. Ia mencintai dalam senyap, menyimpan rindu di antara jeda-jeda waktu, dan menuliskannya hanya lewat isyarat, tatapan, dan halaman-halaman buku yang tak pernah dikirimkan. Selama sembilan musim, sembilan tahun lamanya, ia hidup dalam bayang-bayang perasaan yang tak pernah diungkap. Dunia terus bergerak, orang-orang datang dan pergi, tetapi perasaannya tetap tinggal, seperti musim yang terus berganti tanpa pernah benar-benar berubah. Ini adalah kisah tentang keberanian yang tak pernah tuntas, tentang betapa dalamnya cinta yang tak bersuara bisa mengakar, dan tentang bagaimana diam pun bisa menjadi bentuk paling setia dari mencintai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Guéris-Moi
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • The Bleeding Lady [completed]
  • SECRET ADMIRER [END]
  • PESTA SUNYI (TERBIT)
  • The Blooming Lady [completed]

Di tengah hiruk pikuk kota yang tak pernah berhenti, empat orang dengan luka dan harapan masing-masing bertemu dalam kisah penuh warna--tentang cinta, kepercayaan, dan cara memahami satu sama lain. Jasmine, seorang konselor yang selalu membantu orang lain menghadapi trauma mereka, justru masih terjebak dalam trauma masa lalu yang membuatnya sulit percaya pada cinta lagi. Ketika seseorang dari masa lalunya kembali, dan orang baru mulai mengetuk pertahanannya, ia harus memilih: tetap bersembunyi atau menghadapi ketakutannya. Adrian, seorang penulis yang menikmati hidup dalam ketenangan, selalu percaya bahwa cinta tidak boleh menghalangi ambisi. Namun, pertemuan tak terduga membawanya ke dalam dinamika yang tidak ia sangka--termasuk ujian besar dalam kariernya saat karyanya terseret dalam masalah hukum. Hana, sahabat sekaligus rekan bisnis Jasmine, yang selalu tampak tenang dan terkendali. Namun di balik sikapnya yang tertutup, ada banyak hal yang ingin ia sampaikan-terutama kepada seseorang yang berarti baginya. Hanya saja, tidak semua perasaan mudah diungkapkan, dan kebisuannya bisa menjadi awal dari kehilangan. Evan, seorang fotografer yang melihat dunia dalam warna-warna berbeda, mendapati dirinya di hadapan tantangan terbesar: memahami seseorang yang harus menghadapi pertanyaan yang sama: seberapa jauh mereka bisa membuka hati tanpa takut terluka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines