2 Reflection  ✔️

2 Reflection ✔️

  • WpView
    Reads 509
  • WpVote
    Votes 250
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 26, 2025
'People come and go' sebuah kalimat sederhana, namun menyimpan segudang makna. Kadang, kita tak bisa memaksa siapa pun untuk tetap tinggal. Kadang, semesta perlahan menarik mereka menjauh, meski hati kita memohon agar mereka tetap di sini. Tapi.... Akankah cinta kita bertahan? Akankah cinta ini terus hidup, bahkan hingga maut memisahkan kita? Percayalah, tak ada seorang pun yang benar-benar mencintai momen perpisahan. Setiap perpisahan selalu membawa luka, selalu meninggalkan sepi. Kau tau? Hal paling menyakitkan dari sebuah perpisahan bukanlah sekadar kehilangan, melainkan kenangan berupa serpihan momen indah yang pernah diukir bersama. Ia tak mati, justru hidup di tiap sudut pikiran, membunuh perlahan kewarasan, meremuk remuk hati yang telah renta oleh rindu, melahap tanpa ampun jiwa-jiwa yang rapuh, meninggalkan raga yang tergolek pasrah di altar sunyi penantian tanpa ujung. Namun, kita sudah berjanji kan? Kita akan tetap berjalan beriringan, meski badai mencoba memisahkan, meski waktu perlahan memudarkan, meski dunia perlahan melupakan. Dan bila kelak akhir itu datang, biarlah aku tetap menggenggam tanganmu, dalam sunyi, dalam gelap, hingga hanya detak terakhir menjadi saksi, bahwa cinta kita tak pernah mati. ••••• Start : 1 Juni 2025 Finish : By Tres Alas
All Rights Reserved
#6
eventmenulisnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐃𝐔𝐊𝐀 ✔
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Heartless
  • AMBARAWA : Curse Of Love
  • MY MJ (End)
  • Month of Death  [24679]
  • Cahaya [COMPLETED]
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂

Rasa rindu dalam hati... Ada kalanya kita merasa lelah akan semua masalah dalam hidup. Ada kalanya pula kita terlalu berbahagia dengan apa yang sudah berhasil kita raih. Namun, apakah semua itu cukup untuk menghentikan rasa rindu ini? Rindu yang kapan saja menyiksa hati. Rindu yang kapan saja selalu menorehkan luka. Kehilangan adalah pelajaran paling penting yang kita raih setelah menyia-nyiakan. Bukan ingin sok pintar atau sok memahami, namun apakah kita pernah menyadari saat perlahan seseorang yang kita sia-siakan pergi? Apakah kita bisa mengetahuinya secara langsung dan menghentikannya? Jawabannya tidak. Hanya satu yang harus kita tahu... Hati memang pemilih dan pemilik mental terbaik. Namun jika sekali saja tertoreh sebuah luka di dalamnya, maka sampai kapan pun luka itu tidak akan pernah sembuh. Sekuat apapun berusaha dan sekuat apapun kita menyembuhkannya. Hingga pada akhirnya, air mata pun tidak bisa lagi menggambarkan rasa sakit itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines