Wyn dan sebuah kisah yang tertinggal

Wyn dan sebuah kisah yang tertinggal

  • WpView
    LECTURES 130
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juil. 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Semester pertama, kampus baru, dunia yang belum aku kenal. Lalu datang dia-Arlan. Bukan lelaki yang hangat, tapi selalu ada. Bukan yang cerewet, tapi mendengar semuanya. Hingga aku mulai terbiasa, mulai bergantung, mulai merasa nyaman. Tapi hidup tak pernah sesederhana itu. Kadang, untuk menjadi kuat, aku harus rela kehilangan. Ini kisah tentang aku, Nayrica Wynara. Tentang hariku sebagai mahasiswa baru, tentang Arlan, dan tentang apa pun yang kutemui sebelum Avyan datang.
Tous Droits Réservés
#50
campuslife
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • AIRen
  • GAMEL (NEW STORY)
  • Balance Shee(i)t [END]
  • DOSEN or PACAR  [Selesai]
  • It's Always Been You
  • Erlangga
  • Kapan Lulus? [END]
  • Hai, Jengga!
  • DIA ADALAH NAJA
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu