Sketsa Luka

Sketsa Luka

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 17, 2025
Di antara hiruk pikuk kehidupan kampus, di tengah tumpukan tugas dan ekspektasi yang menyesakkan, kehadiran pria itu bagaikan embun pagi yang menyegarkan. Tawanya yang renyah mampu meruntuhkan tembok-tembok kecemasan yang ia bangun tinggi, senyumnya menjadi pelipur lara dari setiap kekecewaan, dan kata-katanya adalah jaring pengaman saat ia merasa akan terjatuh. Ia mengira, di dalam tatapan pria itu, ia menemukan rumah. Sebuah tempat di mana ia bisa bernapas lega, menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi. Namun, seperti embun yang menguap seiring mentari meninggi, atau rumah yang ternyata hanya ilusi, semua itu lenyap. Kini, yang tersisa hanyalah goresan di hatinya.
All Rights Reserved
#616
cintapertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Feeling In Love
  • Twilight's Love Puzzle
  • Ayo, Kita Sembuh
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Kisah Sepihak
  • Cerita Setelah Hujan
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu

Naila tak pernah berharap banyak saat melangkahkan kaki ke dunia perkuliahan. Baginya, kampus hanyalah tempat pelarian-dari rumah yang retak, dari masa lalu yang menghantuinya, dan dari perasaan yang tak pernah bisa ia uraikan. Namun, takdir punya cara yang tak terduga. Kehadiran Vino yang penuh teka-teki dan Argantara yang terlalu terang untuk dihindari, perlahan-lahan meretakkan tembok yang telah ia bangun bertahun-tahun. Bersama mereka, Naila terseret dalam pusaran OSPEK, konflik senior-junior, dan persahabatan yang tak selalu mudah dimengerti. Tapi ini bukan sekadar kisah cinta di antara bangku kuliah. Ini tentang luka yang dipeluk diam-diam, tentang pilihan-pilihan yang tak pernah sederhana, dan tentang keberanian mencintai-meski masa lalu terus menggenggam erat. Karena kadang, cinta datang bukan untuk menyembuhkan... tapi untuk mengajarkan cara bertahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines