"Jiwa yang berpindah"

"Jiwa yang berpindah"

  • WpView
    Reads 2,756
  • WpVote
    Votes 390
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 3, 2026
Prolog dengan Latar Belakang Hinata Hyuga: Gelap. Itu adalah hal terakhir yang Hinata ingat. Aroma mesiu yang menyengat, rasa sakit yang menusuk di dada, dan wajah tanpa ekspresi orang misterius itu sebelum semuanya menjadi hitam. Dia, Hinata, si "Kematian Bersenandung" di kalangan bawah dunia, seorang mafia dan pembunuh bayaran yang tak pernah gagal, kini tergeletak tak bernyawa di gudang kumuh itu. Pengkhianatan. Kata itu berputar pahit dalam benaknya, bahkan setelah kesadarannya sirna. Lalu, cahaya. Bukan cahaya terang yang menyilaukan, melainkan cahaya lembut yang membuatnya mengerjap bingung. Sensasi aneh menyelimuti tubuhnya - ringan, lemah, jauh berbeda dari tubuh terlatih dan penuh bekas luka yang ia kenal. Ketika matanya terbuka sepenuhnya, pemandangan yang menyambutnya benar-benar asing. Langit-langit kayu yang tinggi dengan ukiran rumit, kain sutra lembut yang menutupi tubuhnya, dan aroma bunga yang samar-samar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soul (NARUHINA - COMPLETE)
  • SCARS
  • The Deepest of Love (NaruHina) - END
  • Honey
  • UNBELIEVE
  • To My World [Published]
  • Hidden Heart
  • The Last(story Of Sakura)END
  • Straight Way to Hell (Season 1)

Hinata yang awalnya tidak percaya akan hal-hal berbau mistis kini harus percaya bahwa hal itu memang nyata saat melihat Uzumaki Naruto, pria yang menjadi idolanya disekolah dibunuh didepan matanya. "Si-siapa kau! Apa kau benar-benar Uzumaki Naruto?" "Tentu saja." "Aku butuh bantuanmu." "Ya, bantuanmu. Satu-satunya orang yang menjadi saksi atas penyerangan yang dilakukan padaku, juga satu-satunya orang yang bisa melihatku." "Apa maksudmu dengan satu-satunya yang bisa melihatmu?" "Jadi kau sudah mati?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines