Beneath the Silent Crosshairs

Beneath the Silent Crosshairs

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 30, 2025
[1/7 - 1] A war veteran turned Specter. A detective chasing ghosts. A fire that refused to die - even beneath the silent crosshairs. . Dalam gelapnya pelabuhan yang terbakar, Elira Vayne, detektif utama Biro Keamanan Terpadu Teravine, nyaris tewas dalam operasi penangkapan buronan internasional paling berbahaya: Specter. Tapi operasi itu bukan gagal. Itu jebakan. Ketika semua rekan timnya gugur, Elira justru diselamatkan oleh pria yang seharusnya ia buru. Di tengah pengejaran global dan tekanan media, mereka menjadi dua buruan-terjebak antara rahasia birokrasi, pengkhianatan dalam, dan narasi yang ingin membungkam mereka. Siapa musuh sebenarnya? Dan di antara peluru dan pengkhianatan, mungkinkah dua orang dari sisi berlawanan mempercayai satu sama lain? ⚠️ TW / Trigger Warning: Cerita ini memuat elemen seperti kekerasan, trauma emosional, kematian, dan tema-tema psikologis yang cukup intens. Silakan lanjut membaca dengan kesadaran penuh - untuk pembaca 17+ atau yang merasa nyaman dengan konten seperti ini.
All Rights Reserved
#326
detective
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Just A Name
  • Stay with you? Really?
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S2 ON GOING
  • Transmigrasi: Dion or Daniel
  • Ferrell Harland Natio
  • The Baby Of Valderic
  • Force to Marry the Devil
  • Heir of 24 Hours
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines