Kamu, Paragraf dalam Takdirku

Kamu, Paragraf dalam Takdirku

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
Tentang Rasa yang Tak Bisa Diungkapkan dengan Kata. Elena, yang hidupnya selalu terjebak di antara- Antara harapan dan kenyataan, antara ingin dan harus. Tentang dia yang terus bertanya dalam diam: Mengapa aku selalu ditempatkan di persimpangan pilihan yang menyakitkan? Mengapa harus memilih, jika semuanya terasa salah saat ditinggalkan? "Jika aku dan dia tidak ditakdirkan untuk menjadi kita, lalu mengapa Kau izinkan jantungku berdetak begitu kencang setiap kali menatapnya, Tuhan? Mengapa Kau biarkan rasa ingin memiliki tumbuh begitu liar, jika akhirnya yang ada hanyalah kehilangan?"
All Rights Reserved
#226
fate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • goevendoces ( Alamat kelamin di usia 12)
  • love, asylum ; lee heeseung
  • Untuk Ben dari Rania
  • Kita Beda Tuhan [TAMAT]
  • ENIGMA
  • Johnny Suh : Hakuna Matata [Completed]
  • GENTAWA✓
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • We, Sense, And Destiny

tidak ada yang tidak mungkin dari kekuatan doa, mereka bilang itu mustahil, namun itulah nyatanya. Mengabdi pada tuhan memang pilihan yang terbaik dari apapun pilihan yang baik. Cinta yang baik bukanlah cinta yang membenarkan kesalahan, yang melanggar aturan dan batas wajar hanya karena alasan saling mencintai, cinta yang baik adalah cinta yang saling menjaga , yang saling mendorong satu sama lain untuk melalui hidup dengan jalan dan cara yang baik . --- Cup diluar dugaan Rian, Angel tiba-tiba saja mengecup bibirnya, tidak hanya mengecup bahkan dia memagut bibir Rian dengan lembut, Rian hanya diam saja. Cukup lama Angel memagut dan mengulum bibirnya walau Rian tidak sedikitpun memberikan perlawanan, dia hanya diam mematung dan memejamkan kedua matanya. Mencoba meresapi dan menikmati lembutnya bibir Angel yang sedang memainkan bibir merahnya. Sampai kemudian Angel melepaskan kecupan itu dan memandang Rian tanpa berkedip. " kamu tahu alasannya Rian, alasan kenapa aku ngelarang kamu buat ketemu Gisa" Rian ikut memandang Angel dengan dalam. " do you love me?" Angel menarik nafasnya dengan dalam sebelum akhirnya dia memberi jawaban. " mybe , yes Rian..! " Beg.! Jawaban itu menghentakan jantung Rian.! Mana mungkin, itu tidak boleh Angel, itu tidak boleh.! ya tuhan, kita gak boleh saling jatuh cinta Desis Rian dalam hati. Mendengar pengakuan itu Rian membungkam sesaat, kemudian dia mengarahkan kelima jemarinya untuk menyentuh pipi halus Angel. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines