Rinai Jiwa yang Bertaut.

Rinai Jiwa yang Bertaut.

  • WpView
    Lectures 126
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., janv. 12, 2026
WpInfo
Fanfiction
Pertemuan pertama mereka terjadi di bawah hujan deras yang mengguyur kota untuk waktu yang cukup lama. Rinai telah duduk di antara tumpukan kotak kayu hingga tubuhnya menggigil, tetapi gadis itu tak beranjak sedikitpun. Ia abaikan protes yang dikeluarkan tubuhnya dan duduk lebih lama di sana, membiarkan tiap tetesan air yang terasa bagai jarum itu menusuk tubuhnya lebih lama, berharap segala lara dalam hati dapat luruh bersama air hujan. Ketika melihat Rinai, Jiwa seolah melihat kilas balik akan dirinya beberapa tahun lalu. Jiwa menarik gadis itu untuk berteduh karena ia tahu mau selama apa pun menyiksa diri di bawah hujan, tak akan ada perubahan yang berarti, sebab ia pernah berada di posisi yang hampir sama: putus asa berharap berharap eksistensinya dapat lebur bersama tiap tetesan air yang berjatuhan.
Tous Droits Réservés
#488
healing
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Badai Kepulangan.
  • NAHWU Vs SHOROF
  • Rest of Us
  • Naruto : Returning Heaven
  • Asphalt and Heartbeat
  • ʏᴏᴜ ᴀʀᴇ ᴍʏ ᴅᴇꜱᴛɪɴʏ (ʟɪʟʏɴɴ)

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu