Story cover for Detik Kelam by DetikKelam
Detik Kelam
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published May 31, 2025
Rena seorang wanita yang memiliki harapan terakhir pada kematian. di hidupnya yang ke 25 tahun, tidak ada lagi harapan yang tersisa, hanya kepahitan masa lalu dan keputusasaan pada masa depan. tidak ada keluarga yang dapat diandalkan, sahabat mencap dia sebagai pengkhianat, orang yang dia kira mencintainya sudah tidak peduli lagi, bahkan anaknya memandang dia seperti monster. 

"hidup itu seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang di bawah, satu waktu senang kemudian sedih, adakala tertawa dan kapan menangis. Namun, apa aku berhutang pada dunia, kapan aku bisa menangis bahagia, mengapa rasanya semakin pahit. apa dosa yang telah kulakukan di kehidupan sebelumnya, atau janji apa yang kulihat hingga aku memilih dilahirkan."

Rena pikir dia hanya menginginkan kematian, dengan kematian yang tidak biasa, berharap sedikit indah, mungkin akan mengurangi sedikit penyesalan akan kehidupan. Kematian yang membawanya bertemu dengan seorang penipu, pemuda yang berjanji akan mengantarkan lehernya ke hadapan sang algojo dan memuluskan jalannya menuju kepulangan.
All Rights Reserved
Sign up to add Detik Kelam to your library and receive updates
or
#555penyesalan
Content Guidelines
You may also like
I Was The Evil Witch by VallinWan
65 parts Complete
COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on
Villainess Illusion by itsxred
18 parts Ongoing
---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!
You may also like
Slide 1 of 7
Raina Maramitha cover
Our Journey wiTH YOU (18+) cover
EPIPHANY cover
Edgar Vaske cover
I Was The Evil Witch cover
Villainess Illusion cover
My Secret Guardian (Tamat) cover

Raina Maramitha

10 parts Ongoing

~Raina Maramitha~ Baginya hidup ini benar-benar rumit, perihal perasaan yang membelenggu membuatnya seolah berada pada kepalsuan hidup. Ia tertawa, tapi tak pernah benar-benar bahagia. Ia tersenyum, tapi tak pernah benar-benar merasa baik-baik saja. "Seperti apa sebenarnya definisi kebahagiaan itu?" Ada ruang dihatinya yang terasa hampa. Ada ruang dihatinya yang terasa perih, Ada kenyataan hidup yang tak bisa diterima olehnya. Ia hanya ingin benar-benar merasa bahagia. Tidak ada rasa sakit, ketika menerima kenyataan hidup. Tidak ada rasa hampa ketika tertawa, Tidak ada rasa perih ketika tersenyum. Ia menginginkan kedamaian hati itu. Kedamaian yang membawanya pada kebahagiaan sejati. Akankah dirinya dapat merasakannya? Akankah dirinya bisa berdamai dengan keadaan? Akankah dirinya dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan sejati? ** [Blurb] "Lo tahu, Lo orang paling jahat yang pernah gue temui," sarkas seorang pria berhoodie hitam. Raina terdiam air matanya mengalir deras di pipinya. "Demi kebahagiaan Lo sendiri, Lo tega hancurin kebahagiaan keluarga lain, hah?" sinis pria tersebut. Risa menggeleng dengan air mata yng terus mengalir. "LO MUNAFIK RAINA!" Raina jatuh tersungkur. Badannya meluruh. Hatinya terasa remuk. Semua terasa berhenti baginya. Tubuhnya melemas. Ucapan pria tersebut seolah membuat Raina hilang dari dunia ini. #Catatan: Hanya fiksi belaka #cover by Lela ig : lelasyn_