Buku Harian Aruna

Buku Harian Aruna

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 31, 2025
Aruna, gadis 18 tahun, hidup dalam rumah tangga yang retak. Ayahnya sibuk dengan urusan luar kota dan hubungan gelap. Ibunya pun terlibat asmara dengan pria muda. Di tengah kehancuran itu, Aruna tenggelam dalam pergaulan yang salah, hingga mencoba mengakhiri hidupnya. Namun sebuah keajaiban kecil menyelamatkannya-dan menjadi titik balik. Saat keluarga nyaris kehilangan satu-satunya cahaya, mereka justru menemukan alasan untuk kembali menyala. Melalui proses panjang penuh air mata, terapi, dan pengakuan, mereka belajar kembali menjadi rumah satu sama lain. Cerita ini adalah tentang patah... yang memilih untuk pulih. Tentang luka... yang akhirnya membentuk pelukan.
All Rights Reserved
#118
ceritasedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • ANGEL (END)
  • Me And His Hopes
  • Berbahagialah Dengan Rumah Barumu
  • Unraveling Us
  • PLOT TWIST
  • KEYLISA
  • Sejenak Luka
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • About Naskala [on going]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines