Di Antara Sunyi dan Cahaya

Di Antara Sunyi dan Cahaya

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 23, 2025
Prolog "Di Antara Sunyi dan Cahaya" Dalam hidup, tidak semua luka terlihat. Ada yang bersembunyi di balik senyum, dalam diam yang tak pernah dipertanyakan, atau dalam tatapan mata yang terlihat biasa saja. Aluna adalah salah satu dari mereka-yang tumbuh menjadi tempat cerita bagi banyak orang, namun sering lupa di mana ia bisa menceritakan dirinya sendiri. Ia bukan tokoh utama dalam keramaian. Ia bukan gadis yang selalu dikelilingi sorotan, tapi entah kenapa, selalu ada saja mata yang diam-diam mencari keberadaannya. Ia tumbuh dalam keluarga yang tak sempurna, namun penuh cinta dalam bentuk yang tak selalu mudah dipahami. Ia menjadi bahu bagi kakak-kakaknya, tempat berlabuh keluh kesah tanpa banyak syarat. Tapi siapa yang jadi tempat berlabuh Aluna? Di sekolah, Aluna dikenal karena auranya yang tenang dan matanya yang seperti menyimpan hujan. Ia disukai, dikagumi, bahkan diam-diam dikejar-oleh senior, teman sebaya, hingga adik kelas. Namun tak banyak yang tahu, bahwa di balik itu semua, ia pernah dikhianati oleh teman yang paling ia percaya. Difitnah, dijatuhkan, hingga akhirnya ia belajar bahwa kadang, diam adalah satu-satunya perlindungan. Kisah ini bukan hanya tentang cinta remaja yang manis atau tentang popularitas di sekolah. Ini adalah kisah tentang tumbuh dan menyembuhkan. Tentang keluarga yang diuji oleh rasa sakit dan harapan. Tentang seorang ayah yang hampir kehilangan kakinya, dan seorang anak yang memilih untuk tetap kuat meski dunia seolah ingin runtuh. Ini juga tentang keberanian Aluna untuk tetap percaya pada kebaikan, meski luka yang ia miliki belum sepenuhnya sembuh. Di antara sunyi yang membungkus hatinya, Aluna perlahan belajar menyalakan cahaya-untuk dirinya sendiri. Dan dalam perjalanannya, ia akan menemukan bahwa kadang, cahaya itu tidak selalu datang dari orang lain. Tapi dari dalam dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#246
slice
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NESTAPA [On Going]
  • JANJI TANPA SUARA
  • ALUNA
  • Senja Yang Sunyi
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Angkasa dan Cerita
  • Whispers Between Tears
  • ALLAND
  • Puing luka
  • PESTA SUNYI (TERBIT)

"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines