Story cover for Death Note by AnaRadisti
Death Note
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Complete, First published May 31, 2025
Dalam gulungan waktu yang berkelindan, "Deathnote" menjelma menjadi catatan perjalanan batin sang penulis-sebuah jurnal jiwa yang merekam tiap jejak langkah di antara terang dan gelap. Lembar demi lembar, tinta mengalir bagai sungai Sarasvati, mengukir kisah tentang pergulatan rasa, harapan, dan kegetiran yang tak terucap.

Setiap aksara adalah mantra, setiap kalimat adalah kidung sunyi yang lahir dari rahim renungan. Di antara bayang-bayang karma dan dharma, penulis menari di atas benang tipis takdir, menelusuri lorong-lorong sunyi kehidupan, mencari makna sejati di balik setiap peristiwa.

"Deathnote" bukan sekadar catatan kematian, melainkan prasasti perjalanan jiwa-tempat di mana sang penulis berjumpa dengan dirinya sendiri, menulis ulang takdir dengan pena penuh asa dan luka. Dalam tiap helaan napas dan getar rasa, terselip harapan akan moksha, kebebasan dari belenggu duniawi.

Inilah kisah tentang metamorfosis, tentang jiwa yang ditempa oleh waktu, tentang catatan yang menjadi saksi bisu perjalanan menuju pencerahan. Sebuah diary abadi, di mana setiap diksi dan aksara adalah cermin dari jiwa yang terus bertumbuh dan mencari cahaya.
All Rights Reserved
Sign up to add Death Note to your library and receive updates
or
#130note
Content Guidelines
You may also like
RUMAH tanpa pintu  by diandlyne
36 parts Ongoing
rumah itu punya dinding. punya atap. punya meja makan dan tempat tidur. tapi tidak punya tempat untuk elira merasa aman. di sana, elira tumbuh seperti bayangan. ada, tapi tak pernah dianggap. dilahirkan bukan karena diharapkan, tapi karena tak sengaja. sejak kecil, elira sudah belajar caranya diam. belajar caranya menyembunyikan luka di balik senyum, dan menyembunyikan jeritannya dalam baris-baris puisi di buku matematikanya. ia bukan anak yang cerewet, bukan juga yang mudah dicintai. tapi bukan berarti ia tidak ingin dipeluk. di sekolah, elira hanya ingin melewati hari. tapi semuanya berubah saat seorang guru baru memperhatikannya lebih dari sekadar nilai. untuk pertama kalinya, elira merasa dilihat. tapi... hidup tidak semudah itu. di saat ia mulai berharap, kenyataan kembali menampar lebih keras. masalah di rumah makin dalam, luka makin dalam, dan batas kesabaran pun makin tipis. ketika elira memutuskan diam-diam untuk pergi... barulah semua mata terbuka. tapi seperti luka yang tak segera diobati-penyesalan pun datang terlambat. ini bukan hanya kisah tentang kehilangan. tapi juga tentang suara-suara yang sering kita abaikan. tentang seseorang yang hanya ingin didengarkan... sebelum akhirnya benar-benar hilang. untuk kamu yang pernah merasa sendirian di tengah keramaian-ini kisahmu. dan jika kamu mengenal seseorang yang sering bilang "ga apa-apa", peluk mereka lebih lama. dengarkan lebih dalam. karena bisa jadi, itu adalah tangisan yang paling sunyi. 😞👍🏻 ---
You may also like
Slide 1 of 10
Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT] cover
ARNWOLF (END) cover
LEBUR JIWA cover
The Space Between Us cover
Jeritan Anak Broken Home 17+ cover
Auri, Cigarettes and Life cover
PESTA SUNYI (TERBIT) cover
Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going) cover
Larasati- Napas Dari Masa Lalu cover
RUMAH tanpa pintu  cover

Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

62 parts Complete

"Aku hanya ingin tidur ... tidur selamanya bersama Bunda." "Berani baca kisahku?" _ _ _ _ _ _ Aku Nino, cowok berkacamata yang selalu memakai jaket. _ _ _ _ _ _ Tekanan hidup membuatku depresi dan berakhir menyakiti diri sendiri. Bukan hanya sekali, dua kali, tapi sering ... Aku? Apakah aku mampu? Menjalani hidup bagai neraka. Atau ... Haruskah Mati? _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ©Haruskah Mati? karya meitheoypt ~>Cerita ini sudah pernah dipublish tapi karena ada masalah, berakhirlah diunpub. Dan pada tgl 7 Sept 2021, cerita ini di-publish ulang [Akan langsung DIHAPUS setelah tamat, berani baca sampai akhir?] _______________________________________________ Nb: •Jika kamu makhluk Tuhan yang mengerti apa itu kerja keras, maka janganlah jarimu itu pelit 'tuk menekan bintang atau sekadar memberi komen •Jika kamu makhluk Tuhan yang PAHAM apa itu perjuangan, juga kebahagiaan seseorang, maka janganlah ada di benakmu niatan untuk memplagiat cerita karena sejatinya kami para penulis yang berjuanh dengan karya kami sudah terlalu capek menghadapi segala suka duka. Maka dari itu, mari kita ciptakan kedamaian Selamat membaca, semoga suka ^.^