Even Silence Has a Memory

Even Silence Has a Memory

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
"Kau Pernah Jadi Rumah" Arabelle Valleria Jung pernah mencintai seseorang dengan sepenuh jiwa, Nathan Jeon Arviano, pria dingin dan tak tersentuh yang menjadi pusat dunianya sejak SMA. Cinta yang tak pernah terbalas itu ia kubur dalam-dalam, hingga hari kelulusan kuliah, ketika pengakuannya tanpa sengaja terdengar oleh seluruh kampus... dan berujung penolakan yang menyakitkan. Enam tahun berlalu, Arabelle kini menjalani hidup sebagai perempuan mandiri dan sukses dalam kariernya. Ia pikir perasaannya pada Nathan telah mati. Namun takdir mempertemukan mereka kembali, kali ini sebagai klien dan konsultan dalam satu proyek besar. Di sisi lain, Nathan yang dulu menolaknya, justru mulai mempertanyakan perasaan dan keputusan masa lalunya. Sayangnya, Nathan telah dijodohkan dengan Cassandra, wanita pujaan kampus yang kini justru terobsesi padanya. Di antara masa lalu yang menggantung, luka yang belum sembuh, dan rencana hidup yang tak berjalan semestinya, mampukah cinta yang pernah tumbuh dalam diam itu menemukan jalannya kembali?
All Rights Reserved
#564
regret
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • acalapati
  • Salju Pertama di New York
  • RHAYA
  • Sour Seventeen
  • Epiphany [Completed]
  • The Blooming Lady [completed]
  • Mungkin? (Tamat)
  • Ex or New? [REVISI]
  • AFKARA [END]

"Ran, pulang, bapak udah sayang sama kamu." °°° Kegagalan seolah telah menjadi sahabat karib bagi Hiran-anak ketiga dari empat bersaudara yang lahir tepat di ambang keruntuhan keluarganya. Ketika kemewahan menjelma jadi kenangan dan tawa berubah menjadi diam panjang, Hiran hadir ke dunia. Bagi sebagian orang, ia adalah pertanda malapetaka. Pembawa sial, begitu mereka menyebutnya. Hiran tumbuh dalam keheningan yang tak pernah benar-benar ia mengerti, tapi selalu ia terima. Ia belajar membaca raut kecewa, menghafal letak luka yang tak terucap, dan memupuk kesadaran bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Pada usia delapan belas, cinta adalah kemewahan yang tak pernah ia harapkan datang. Ia tahu diri-ia tahu batasnya. Namun, semua keyakinannya mulai runtuh ketika Arabella hadir-gadis dari dunia yang tak pernah Hiran pijak. Anak konglomerat dengan senyum yang mampu menembus dinding-dinding luka. Sekali tatap, cukup untuk mengguncang hati yang selama ini ia jaga mati-matian. Dan meski perasaannya tumbuh tanpa diundang, Hiran tahu satu hal pasti: cinta ini tak boleh hidup. Ia akan menguburnya, sebelum harap kembali menyakitinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines