Aku Rembulan (on going)

Aku Rembulan (on going)

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Rembulan Gadisya anak perempuan berusia 16 tahun yang hidupnya di penuhi dengan luka dan rasa sakit. Rembulan anak yang dianggap benalu bahkan tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya. Seperti angin tanpa suara, anak yang ceria di depan banyak orang, harus merasakan tangisan tanpa suara di tiap malamnya. Rembulan ingin merasakan apa itu namanya keluarga dan ingin merasakan kasih sayang yang tak pernah ia rasakan. Rembulan terlalu banyak menyimpan luka dan rasa sakit. Rembulan dipertemukan dengan sosok laki-laki lumpuh yang tinggal di panti asuhan, ia bernama "Langit Aizar Bratajaya". Langit sosok laki-laki yang selalu menghibur dan melindungi Rembulan. " Rumah adalah tempat pertama yang mengajariku apa itu luka dan rasa sakit" -Rembulan Gadisya. #dilarang copy ya guys Ini cerita hasil pemikiran otak aku sendiri okei??? Apabila ada kesamaan mungkin itu hanya kebetulan, soalnya cerita ini aku mikir sendiri pake otak!!!! -bun rai love u
All Rights Reserved
#864
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyerah atau Bertahan?
  • Lembaran Luka | Jay Enhypen (END)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Rembulan Dan Seisinya
  • Welcome Home, Saga!
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Beribu Luka
  • Sinar Rembulan

Nggak semua keluarga bisa di sebut rumah. Terkadang, mereka lah luka pertama bagi seseorang. Orang-orang ingin hidup seperti dirinya, apakah sebagus itu topeng yang dia buat?? Ada tangis yang ditahan, ada amarah yang tak bisa di unggkapkan, ada luka yang harus di sembuhkan. Ini bukan cerita tentang mencari kebahagiaan, melainkan bagaimana cara bertahan saat dirinya sendiri ingin menyerah. Jika jalan hidup mu tidak di takdirkan untuk bahagia. Mungkin, kamu takdirkan untuk membahagiakan orang lain. Jangan hukum dirimu sendiri, atas apa yang mereka buat. "Apa aku nyerah aja?" Ucap gadis imut itu. "Menyerah?? Kamu hanya tidak bisa menyadari, bahwa kehadiran mu bisa menerangi kegelapan di hidup orang lain" Jawab pria tampan yang menatap wajah gadis itu penuh kasih sayang". Penasaran bagaimana kisahnya? Yuk baca sampai habis ceritanya^^

More details
WpActionLinkContent Guidelines