Aku Rembulan (on going)

Aku Rembulan (on going)

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
Rembulan Gadisya anak perempuan berusia 16 tahun yang hidupnya di penuhi dengan luka dan rasa sakit. Rembulan anak yang dianggap benalu bahkan tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya. Seperti angin tanpa suara, anak yang ceria di depan banyak orang, harus merasakan tangisan tanpa suara di tiap malamnya. Rembulan ingin merasakan apa itu namanya keluarga dan ingin merasakan kasih sayang yang tak pernah ia rasakan. Rembulan terlalu banyak menyimpan luka dan rasa sakit. Rembulan dipertemukan dengan sosok laki-laki lumpuh yang tinggal di panti asuhan, ia bernama "Langit Aizar Bratajaya". Langit sosok laki-laki yang selalu menghibur dan melindungi Rembulan. " Rumah adalah tempat pertama yang mengajariku apa itu luka dan rasa sakit" -Rembulan Gadisya. #dilarang copy ya guys Ini cerita hasil pemikiran otak aku sendiri okei??? Apabila ada kesamaan mungkin itu hanya kebetulan, soalnya cerita ini aku mikir sendiri pake otak!!!! -bun rai love u
All Rights Reserved
#322
rasasakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Welcome Home, Saga!
  • Full Of Scratches
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Dear Renjun || Nct Dream
  • Sinar Rembulan
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Beribu Luka
  • Favorite Wound

Judul Awal ; Nostalgia bersama luka. 𝑩𝒖𝒌𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒌𝒊𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒚𝒊𝒌𝒔𝒂, 𝒕𝒂𝒑𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍𝒏𝒚𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒕𝒆𝒓𝒍𝒖𝒌𝒂. "Saga. Waktu di rumah Galang, Lo coba suntikan itu juga nggak?" "Iya. Kenapa?" "Galang kena HIV Ga." Hancur. Kesalahan yang dibuatnya sendiri membuat impiannya runtuh seketika. Dia masuk dalam kegelapan yang semakin pekat. Dalam kelam impian yang menyiksa, seorang gadis hadir dalam hidupnya, menciptakan secercah harapan yang kian sirna. Memeluk sebagian luka yang kian berantakan. 𝙰𝚔𝚞 𝚔𝚒𝚛𝚊 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚜𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚗 𝚔𝚎𝚑𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚛𝚊𝚑 𝚓𝚊𝚕𝚊𝚗 𝚙𝚞𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚓𝚞 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑. 𝙽𝚊𝚖𝚞𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑, 𝚝𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚊𝚔𝚞 𝚝𝚞𝚓𝚞 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚙𝚎𝚛𝚗𝚊𝚑 𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚋𝚎𝚕𝚞𝚖𝚗𝚢𝚊. ~𝓢𝓪𝓰𝓪𝓻𝓪 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓦𝓲𝓵𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪. Cover by behance in pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines