When Love is a Wound

When Love is a Wound

  • WpView
    Reads 113
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 11, 2025
WpInfo
Fanfic
1Direction
'DILARANG PLAGIAT EVERYBODY!' * * * "Diantara ratusan, ribuan, bahkan miliaran insan yang ada, senang bisa mencintaimu." * * * "Kalau manusia itu hanya datang, dan nantinya pergi. Kenapa kita dipertemukan?" * * * "Az, Lo suka lagu Perfect nggak?" "Suka." "Dari Ed Sheeran atau One Direction?" "Gak dua-duanya." "Terus, kalo nggak dua-duanya?" "Yang perfect itu, orang yang gue simpan dalam lagu itu." * * * "Na, Lo suka hujan?" "Suka." "Kenapa Lo suka hujan?" "Indah, tapi dulu. Sekarang, gue benci banget sama hujan." "Kenapa?" "Seseorang yang gue benci, gue simpan dalam hujan itu." * * * 'UP KALO MOOD.' 'Don't copy my story. Kesalahan atau Doble nama, setting, dsb, itu sebuah kelalaian saya, mohon dimaafkan. Thanks.'
All Rights Reserved
#445
agst
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • DEMIAN
  • ALVASKA
  • Three Targeted Girls!!
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • Cracked Love
  • oppressor or oppressed? (TAMAT)
  • RAGARA [ on going ]

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines