Setitik Air Mata Sebelum Talak

Setitik Air Mata Sebelum Talak

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 10, 2025
Cinta tidak selamanya harus menggenggam dan melangkag bersama. Adakalanya, cinta juga berarti melepaskan meski dengan derai air mata. Arman dan Najwa telah melewati badai rumah tangga yang tidak mudah. Campur tangan keluarga, luka-luka masa lalu, hingga hidup yang tak selalu ramah, tak mampu merobohkan komitmen mereka untuk tetap bersama. Di balik pertengkaran dan air mata, keduanya selalu kembali berpegangan tangan karena cinta mereka bukan sekadar rasa, tapi perjuangan. Namun segalanya berubah ketika Arman divonis mengidap kanker stadium lanjut. Dalam diamnya, ia menimbang: apakah mencintai berarti tetap bertahan... atau justru pergi, demi membebaskan orang yang kita sayangi dari rasa sakit yang akan datang? Setitik air mata yang jatuh menjelang talak, bukan karena cinta telah habis, tapi karena cinta yang terlalu dalam, hingga tak sanggup membiarkan orang yang dicintai ikut hancur perlahan. Sebuah kisah yang menohok hati tentang cinta, keikhlasan, dan pilihan-pilihan sulit yang kadang tak ada jawabannya selain... air mata. Bagaimana akhir kisah Arman dan Najwa dalam mengakhiri kisah mereka?
All Rights Reserved
#640
pilihan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • REWRITTEN | END
  • My Dear Jannah
  • Tak Seindah Lagu Cinta
  • ARYANA
  • Another Soul (Transmigrasi) [END]
  • Mahligai Sunyi

Aira pernah terpuruk. Cintanya yang terlalu besar pada Evan pernah membuatnya gila ketika pria itu memilih meninggalkannya demi menikahi wanita lain. Dalam masa kelam itu, Aira tidak menemukan sebuh kewarasan selain mati untuk mengakhiri rasa sakit yang selalu mendera jiwanya. Beruntung, orang-orang yang sungguh menyayangi Aira bersusah payah mengembalikan binar ceria di balik netra wanita itu. Tak lain dan tak bukan karena mereka tak ingin lagi menemukan jiwa itu tergeletak tak berdaya menjemput kematian. Aira harus sembuh. Aira harus terlahir kembali. Aira pantas untuk mencecap bahagia dengan pria yang tak sengaja mencintainya tanpa jeda. Semua berjalan sesuai rencana pada mulanya. Namun, semesta sepertinya ingin menguji Aira sekali lagi. Dalam hitungan minggu menuju hari bahagianya, Aira kembali bertemu Evan. Tidak ada yang salah dari pertemuan itu jika saja Evan tidak dengan kurang ajarnya meminta Aira menikah dengan dirinya. Apalagi Evan dengan sengaja mengancam akan menceritakan seberapa jauh kisah cinta yang sudah terjalin di antara keduanya pada calon suami Aira. Lalu, mana yang akan Aira pilih? Masa depan yang tengah sukacita dia sambut atau masa lalu yang kini tengah sukacita menyambutnya kembali? ...................... "Bagaimana kalau aku menceritakan pada calon suamimu itu seberapa keras jeritan kenikmatanmu saat kita mencecap nirwana bersama pertama kali?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines