Keluarga Tanpa Batas

Keluarga Tanpa Batas

  • WpView
    LECTURAS 163
  • WpVote
    Votos 16
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, oct 13, 2025
"Menuju tak terbatas dan melampauinya ...." Atau, setidaknya itulah jargon yang selalu dikatakan oleh si pemilik iris sapphire-Taufan kepada para saudaranya. "Hidup seperti Larry!" Kalau itu, jargon yang biasanya selalu diteriakkan oleh si pemilik sifat tempramental-Blaze yang juga tergabung dengan Trio Trouble Maker yang beranggotakan Taufan, dirinya dan Thorn. "Kalian ngomong apa?" Itu si polos dengan netra belonya yang berwarna hijau-Thorn. Bahkan, sampai sekarang pun Thorn tak begitu paham dengan apa yang dilakukan oleh kedua orang dari anggota gengnya itu. Ia hanya diseret untuk bergabung dengan mereka. Namun, Thorn akui bahwa hari-harinya terasa begitu berwarna dengan tingkah jahil yang diajarkan kedua kakaknya. Fanfic ini berisikan kumpulan one shoot penuh keabsurdan, kerandoman, dan tingkah yang bikin geleng-geleng kepala lainnya dari Trio Trouble Maker yang selama ini kita kenal sebagai 'biang rusuh' dan sumber dari 'sakit kepala' Gempa, Halilintar, Ice dan Solar. © Boboiboy milik Monsta. Author hanya meminjam karakternya saja! Semua cerita dan alur murni dari ide dan imajinasi Author sendiri! NO COPPY PASTE!
Todos los derechos reservados
#775
boel
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • All The Memories {Elemental Boboiboy} [SLOW UPDATE]
  • si Sulung & si Bungsu
  • kisah tiga kakak tertua
  • 1. Two Sided Life
  • The Hunt
  • Lost Emotions AU
  • Hiraeth
  • Bitter Truth | I [DISCONTINUED]
  • Boboiboy One Shots [Warning: Cringe]

Nyatanya, mereka bertiga tidak sebahagia yang orang lain pikirkan. Di balik tawa dan senyuman yang mereka tunjukkan, terselubung luka yang tak seorang pun mampu melihat. Taufan yang ingin diakui keberadaannya. Ice yang mendambakan kebebasan. Dan Thorn yang haus akan apresiasi dari sang Bunda. Taufan terus mencoba membuktikan dirinya sendiri, berusaha untuk diakui, meski dirinya seringkali tak dihargai. Ice, meskipun selalu tampak tenang, namun ia terjebak dalam batasan tubuhnya yang rapuh, bermimpi bisa merasakan bebasnya dunia tanpa halangan apapun. Thorn, dengan segala usahanya, merasa tak pernah cukup baik untuk mendapatkan kasih sayang yang tulus dari sang Bunda. Di dunia yang mengagumi harmoni, tak ada yang tahu bahwa kehancuran perlahan mulai menghantui. Tapi, sampai kapan mereka bisa bertahan dalam diam? Sementara hati mereka perlahan terkikis oleh kesedihan yang mendalam.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido