Dark Obsession

Dark Obsession

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 3, 2025
⚠️ Terdapat banyak adegan seksual dan kekerasan di dalam cerita, kata-kata kasar dll. Di sarankan untuk lebih dulu membaca warning terlebih dahulu sebagai pembaca yang bijak. [Follow Me First ‼️] . Gabriel Alexander Abraham menjalani hidup ganda-pengusaha properti terkemuka di Manhattan di siang hari, pemimpin organisasi gelap di balik layar saat malam menjelang. Dunia kekuasaan dan pengkhianatan membuatnya tak mudah percaya siapa pun. Ketika seorang wanita asing tiba-tiba muncul di radar keamanannya, nalurinya menaruh curiga: Isabella Foster mungkin bukan sekadar guru biasa... tapi umpan dari musuh yang mengincarnya. Tanpa sadar, Gabriel menyeret Isabella ke dalam dunia gelap penuh intrik dan bahaya, hingga nyawa perempuan itu nyaris terenggut. Namun semakin ia mencoba menjauh, semakin dalam perasaannya tumbuh. Dan saat kebenaran mulai terungkap, Gabriel dihadapkan pada pilihan paling mematikan: melindungi wanita yang kini menjadi kelemahannya... atau kehilangan segalanya, termasuk dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#3
darkromansa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Terjerat NAFSU [END]
  • Forever with Him ✓
  • Fear Of Abandonment
  • Marchel And Zarra
  • TOXIC  (END)
  • The Billionaire Prison
  • The Shadow of Black Rose
  • A Vow Of Hate [ END ]

Algesa liar, berantakan, dan terlalu akrab dengan kehancuran. Zea cantik, tapi matanya menyimpan luka yang tak bisa dijelaskan. Orang-orang berkata hidup adalah soal pilihan. Tapi bagi Algesa Axeliano Ravanaugh, hidup hanyalah sisa napas dari keputusan orang lain. Ia tidak pernah meminta untuk dilahirkan, apalagi tumbuh besar di rumah yang dipenuhi darah, teriakan, dan kebohongan. Setiap langkah yang ia ambil adalah pelanggaran. Bocah pemberontak yang menantang dunia karena dunia lebih dulu menghancurkannya. Ia melawan. Melawan dunia yang telah merenggut Bundanya. Melawan ayah yang seharusnya sudah terkubur sejak lama. Malam itu, di jembatan tua yang dingin menusuk tulang, Algesa tidak mencari apa pun. Ia hanya ingin diam. Tapi justru di sana, dalam gelap yang lengang, ia menemukan sesuatu yang tak terduga, sepasang mata yang tak asing. Bukan karena ia mengenalnya. Tapi karena luka yang tersembunyi di balik sorotnya terasa terlalu akrab. Zea. Ia bukan gadis baru. Bukan pula gadis baik-baik. Tapi ada sesuatu dalam caranya berdiri, dalam diamnya yang membatu, yang membuat Algesa terus melangkah. Bukan karena ia cantik. Tapi karena ia rusak. Sama seperti dirinya. "Kenapa... lo nolongin gue?" tanyanya lirih, tubuhnya gemetar tak hanya karena dingin, tapi juga karena luka yang terlalu lama disimpan. Algesa menatapnya lama, diam tanpa ekspresi. Petir menyambar di kejauhan, memperjelas gurat tajam di wajahnya yang basah. Tapi kemudian sudut bibirnya terangkat, membentuk seringai kecil, dingin, ambigu, tapi entah mengapa terasa jujur. "Mungkin karena gue suka ngerusak hal-hal yang hampir rusak." ALZEA : 05. April. 2025 By : Rossa Ig : @rossaroxie @_chaterinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines