Katanya Cinta [On Going]

Katanya Cinta [On Going]

  • WpView
    OKUNANLAR 25
  • WpVote
    Oylar 14
  • WpPart
    Bölümler 1
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Paz, Haz 1, 2025
"Nggak usah lebay gitu deh. Gue sama Cia cuma temenan." Galen bersuara dengan nada malas, seperti tak ingin repot menjelaskan. "Gue udah kenal dia dari kecil, masa lo rusakin pertemanan kita cuma gara-gara cemburu nggak jelas?" [FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Lagi-lagi soal cewek itu. Kadang Jemma bertanya-tanya sendiri-sebenarnya Galen serius gak sih sama hubungan ini? Atau dia cuma singgah sebentar, seperti angin yang mampir lalu pergi? Tapi kalau cuma sementara, kenapa mereka masih bertahan sejauh ini? Jemma Anggraini, bukan tipe cewek yang bersinar di sekolah. Dia bukan yang populer, bukan pula pusat perhatian. Tapi dia adalah pacar dari Galen-cowok paling dipuja seantero sekolah. Tampan, pintar, dan punya sorot mata yang bisa melumpuhkan siapa saja. Wajahnya nyaris tanpa cela, seperti pahatan yang terlalu sempurna untuk nyata. Siapa yang bisa menolak cowok seperti Galen? Mungkin itu alasan kenapa hubungan mereka masih tetap berjalan-karena Jemma terlalu jatuh cinta, terlalu tergila-gila, terlalu takut kehilangan. *** ⚠️ Plagiat? Gue santet lo. ⚠️
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Eliinaa
  • Un Crush! [TERBIT]
  • DARI BALIK KELAMBU
  • Our Years
  • Andira [End]
  • GRIZLEN {On Going}
  • ALEAGAS [END]
  • Imaginary Boyfriend
  • Make a Story With You
  • Antara Pagar dan Perasaan
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi