RECCAL
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 1, 2025
Ia mencoba mengingat. Apa pun. Siapa yang terakhir ia ajak bicara? Di mana ia bekerja? Bahkan, apa warna mobilnya? Tidak ada jawaban. Hanya satu nama yang muncul dalam pikirannya, samar, seperti bisikan yang belum selesai diucapkan Zayne. Dan entah kenapa, itu membuat kulitnya merinding. Ia melihat ke cermin-wajahnya tampak normal. Tapi rasa aneh itu tidak pergi. Seperti ia sedang memerankan seseorang yang mirip dirinya, tapi bukan dirinya. Lalu ia melihat noda samar di pergelangan tangannya. Seperti bekas luka. Tidak, bukan seperti-itu memang luka. Sudah lama. Tapi ia tidak tahu dari mana asalnya. Di atas meja, ada jurnal kosong dengan tulisan tangannya sendiri di halaman pertama: "Jangan langsung percaya. Ulangi semuanya dari awal." Apa maksudnya? *** "Kau bilang mencintai... tapi kau juga yang membuatku tak utuh," bisiknya. Zayne tersenyum getir. "Karena cinta yang paling kuat... adalah yang kita bentuk dari luka."
All Rights Reserved
#333
psychopath
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • ★BABY ZION★
  • Menjaga Monster
  • Mantra Penghancur Moral
  • Aghida [ON GOING]
  • Terjerat obsesi Yandere
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • Pak Dokter & Buk Tani

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines