TERRA LATA

TERRA LATA

  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida dom, jun 1, 2025
Di dunia magis bernama Terra Lata, yang memiliki sungai-sungai mengalir dari akar pohon cahaya raksasa yang disebut Astralisboom, dan makhluk-makhluk aneh seperti Felun melayang di udara berkilau. Elianne Vreeland bersama sahabatnya, Maarten Kova, serta seekor Felun bercahaya yang setia bernama Ziri, mereka secara tak sengaja menemukan sebuah peta kuno yang mengarah ke tempat legendaris: Spiegeltoor, Menara Cermin, yang hanya bisa terlihat oleh mereka yang memiliki hati yang dipenuhi cahaya
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • Dunia Dibalik Kabut: Kebangkitan Kegelapan
  • Putri dari bawah awan
  • Regalo (Tamat) (PROSES REVISI)
  • PENJAGA DUNIA PARALEL
  • KERAJAAN BAYANGAN
  • Sleeping Prince (TAMAT)
  • Aetherra

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido