Langkah yang Tak Sia-Sia

Langkah yang Tak Sia-Sia

  • WpView
    Reads 777
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 15, 2025
Ilham nggak banyak nuntut dari hidup. Dia cuma pengin jadi anak baik, punya sahabat yang bisa diajak ngobrol tiap malam sebelum tidur, dan kalau boleh sedikit bonus... ada seseorang yang bikin deg-degan tiap ketemu. Tapi ternyata, jadi baik aja nggak selalu cukup buat bikin semuanya berjalan mulus. Ada hari-hari penuh tawa, persahabatan yang hangat dan kocak, momen canggung yang bikin jantung nggak karuan, sampai perubahan kecil dari orang-orang terdekat yang bikin hati mulai nggak tenang. Kadang Ilham bingung: kenapa yang dulu terasa dekat, sekarang malah menjauh? Kenapa yang awalnya indah, tiba-tiba jadi rumit? Ini bukan kisah penuh drama besar. Tapi justru dari hal-hal kecil - salat Subuh bareng, obrolan singkat, surat tak bernama, hingga senyum yang tak sengaja - Ilham mulai belajar banyak hal. Tentang tumbuh. Tentang kehilangan kecil. Tentang rasa yang nggak selalu harus dimiliki. Dan tentang bagaimana setiap langkah yang ia pilih... ternyata membawa arti, meskipun jalannya nggak selalu lurus. Karena kadang, yang sederhana justru yang paling mengubah.
All Rights Reserved
#133
selfdiscovery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Halaqah Rasa
  • Dibawah Langit Yang Retak (joongpond)
  • Behind the Silence
  • Those Butterflies Are Us
  • Full Of Scratches
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Embun Yang Nyata

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines