Eyes Everywhere

Eyes Everywhere

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 8, 2025
Elina-gadis cantik di sekolah elite Arcelli High, kaya raya, pintar, dan terkenal dengan sikap dinginnya. Bersama gengnya, ia menguasai segalanya, popularitas, kekuasaan, dan ketakutan. Tapi sejak murid pindahan itu datang-seorang cowok dengan wajah yang bahkan sulit untuk dipandang-segala sesuatu perlahan retak. Kiriman bunga tanpa nama. Cokelat murahan. Surat-surat asing yang terlalu personal. Dan kemudian... satu pesan yang tak seharusnya tak seseorang pun tahu rahasia tergelap Elina, yang selama ini ia sembunyikan rapat bahkan dari dirinya sendiri. Kini, Elina tak lagi berdiri di atas. Dia sedang diawasi. Dikupas. Dikenali. Dan satu hal yang pasti-ini bukan sekadar permainan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Shadow in the Lab
  • Defiant [END]
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Hello, Mr. Mafia!

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines