Annalise - atau An, begitu teman-temannya memanggil - adalah wanita 29 tahun, single, kerja kantoran, dan... sudah lima tahun puasa cinta karena trauma hubungan terakhir yang hancur kayak file corrupt.
Katanya, cinta bisa ditemukan di kantor.
Katanya, umur hampir kepala tiga adalah masa keemasan untuk bertemu jodoh.
Katanya juga, semakin kamu mencintai diri sendiri, makin cepat jodoh datang.
TAPI NYATANYA?
Kantor isinya ibu-ibu arisan, bapak-bapak Koperasi, dan Shaka - rekan kerja super ngeselin yang hobi banget ngusilin An. Teman-teman seangkatannya udah nikah, punya anak, bahkan ada yang udah booking TK buat anaknya... sedangkan An masih mikir, "Kalau mau kenalin pacar ke orang tua, pacarnya beli di mana?"
Usaha cari jodoh? Sudah.
Dating apps? Pernah.
Ngedate sama cowok kolektor kantong plastik luar negeri? Sayangnya, iya.
Ditambah Mama Papa yang tiap sarapan nanya:
"Kapan nikah?"
"Kapan punya anak?"
"Kalo kamu nggak dapet jodoh juga, Mama daftarin ke komunitas taaruf, ya."
Dengan segala kehebohan hidup dan isi kepala yang penuh nyambatan, satu pertanyaan terus bergema di hati Annalise:
Apakah aku terlalu rusak untuk dicintai, atau dunia percintaan emang udah rusak dari sananya?
Tapi mungkin...
Di tengah tumpukan kerjaan, rapat tak berujung, dan serangan random dari Shaka, jodoh yang dia butuhkan justru nggak pernah benar-benar jauh.
Yang perlu dia lakukan cuma satu:
Coba dulu. Try with me.
"Ma, aku ngga mau ya punya assisten baru"
"Plis lah Maa"
"Aku tu CEO punya aissten dengan pakaian sexy itu biasa"
"Lianda Sanjaya!!!"
"Ikutin kata mama, atau mama kirim kamu kembali ke luar negeri !!!"
"Oke fine ma, 30 hari"
"Kalau dalam 30 hari aku ga cocok"
"Aku minta dia diganti ...."
Sabila Anindita...
gimana ya nasibnya ditangan Lianda si CEO Playboy yang ga suka diatur ini