Di balik etalase mungil Nayara Cake House yang berhiaskan cupcake pastel, Karel Dwiandra Bahtera menemukan sesuatu yang lebih manis daripada kue favorit mamanya, Mahika Nayara Atmaja. Gadis introvert itu lebih suka tenggelam dalam adonan dan aroma vanila daripada hingar-bingar pertemanan. Baginya, dunia luar terlalu bising, terlalu melelahkan. Tapi sejak pertemuan pertama, Karel tak bisa mengalihkan pandangan. Ia dibuat terhanyut oleh paras dan sikap Naya yang lembut. Menurut Karel, sangat disayangkan kalau gadis sesempurna Nayara hanya di kagumi saja tanpa diperjuangkan untuk merebut hatinya. Sikapnya yang tulus, perhatian kecilnya yang hangat, dan caranya memperlakukan Naya bak seorang putri perlahan membuat gadis itu membuka pintu hatinya, sesuatu yang tak pernah ia lakukan sebelumnya. Namun, janji manis tak selalu mudah dijaga. Karel harus berjuang menembus tembok yang Naya bangun selama bertahun-tahun.
More details