langit jingga di ujung senja

langit jingga di ujung senja

  • WpView
    Leituras 3,159
  • WpVote
    Votos 268
  • WpPart
    Capítulos 37
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, nov 24, 2025
Langit Jingga di Ujung Senja adalah kisah romantis yang mengalir lembut antara dua jiwa yang terluka: Faye Malisorn, seorang ilustrator penuh misteri yang menyembunyikan luka masa lalu, dan Yoko Apasra Lertprasert, selebritas yang ingin bebas dari dunia gemerlap namun menyesakkan. Di tengah hiruk-pikuk Bangkok, mereka bertemu di sebuah kafe tua yang jadi saksi bisu kisah mereka. Dengan sketsa dan bisikan hati, mereka saling membuka diri, mengobati luka, dan belajar mencintai tanpa syarat. Namun, bayang-bayang masa lalu dan saingan lama, Niran Phumiphat, mengancam kedamaian mereka. Akankah cinta mereka bertahan ataukah tergerus oleh masa lalu dan dunia yang menuntut kesempurnaan?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TUHAN PELUK AKU SEBENTAR SAJA
  • Jejak hati di kota Senja
  • Yogyakarta dan Kenangan
  • Senandika : Titik Temu
  • Takdirmu Adalah Dendamku
  • Setelah Senja di Paris
  • My Puppy is my GIRLFRIEND
  • Senja & Jingga
  • HER TENDER

Karena tidak semua kehilangan harus disuarakan dengan air mata. Di antara warna jingga yang perlahan menggelap, ada sepasang mata yang menyimpan kenangan. Renjana Senja adalah kisah tentang kehilangan yang tak pernah selesai, tentang cinta yang sempat tumbuh namun tak pernah benar-benar dimiliki. Melalui sudut pandang seorang gadis yang masih menggenggam sisa-sisa masa lalu, cerita ini menyajikan perjalanan hati yang sunyi-saat luka tak bisa lagi disembuhkan waktu, dan rindu justru semakin dalam tiap kali senja datang. Ini bukan hanya tentang patah hati, tapi tentang bagaimana seseorang tetap bertahan, meski dunia yang ia tahu sudah tak lagi sama. Di tiap lembayung sore, ia belajar berdamai... meski dengan air mata yang tak terlihat.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo