Selamat Tinggal

Selamat Tinggal

  • WpView
    Reads 376
  • WpVote
    Votes 182
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 17, 2025
Beberapa luka tak berdarah, tapi mengalir seumur hidup. Samantha Aksa tumbuh dalam rumah yang sepi, diiringi senyap gitar yang tak lagi bersuara, dan kenangan ayah yang pergi sebelum sempat dimaafkan. Ibunya menyerah pada duka, meninggalkannya bersama sunyi yang tak pernah ia minta. Lalu hadir Bu Dina-seorang guru dengan tatapan yang mengingatkan pada masa lalu, dan Luna-sahabat lama yang kembali seperti musim yang enggan pergi. Di antara balkon sekolah, langit jingga, dan nyanyian yang tak rampung, Sam berusaha memungut dirinya sendiri, yang tercecer di antara kehilangan dan harapan. Ini bukan tentang cinta semata, atau tentang musik yang kembali dimainkan. Ini tentang perjalanan berdamai: dengan masa lalu, dengan orang-orang yang tinggal lalu pergi, dan terutama... dengan diri sendiri. Karena tak semua kehilangan harus dilupakan. Beberapa hanya perlu diberi nama, dipeluk, dan akhirnya-dilepas, pelan-pelan.
All Rights Reserved
#2
balkon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes of past Longing
  • Arsya & Aruna
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Langit dan Lukanya
  • About a Diandra Story
  • Alexa
  • DIARY DAN DARA (√)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)

Sejak bangku Sekolah Dasar, Kate dan Livia telah berbagi cerita, tawa, dan rahasia kecil yang hanya dimengerti oleh sahabat sejati. Kini, di usia dua puluh tahun, kedekatan mereka tak pernah luntur. Kate adalah sosok yang jatuh cinta pada kata-kata. Ia menulis puisi seolah-olah sedang mencurahkan isi hatinya, membaca buku seperti melarikan diri ke dunia lain. Musik adalah pelengkap dunianya-sesekali ia bermain piano, memetik gitar, bernyanyi lirih, atau memasak camilan kecil sebagai teman senyap dalam kesendiriannya. *** Pertemuan pertamanya dengan Harley terjadi begitu sederhana-di perpustakaan, ketika laki-laki itu secara tidak sengaja menyenggolnya. Dari insiden kecil itu, tumbuh sesuatu yang jauh lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan. Enam tahun mereka bersama, menulis kisah yang indah sekaligus rumit. Hingga suatu hari, tanpa kata yang cukup, mereka memilih untuk berjalan di jalan yang berbeda. Bukan karena tak cinta, tapi karena cinta saja tak lagi cukup. Kini, setelah sekian waktu berlalu, Harley datang kembali-membawa tawaran yang mengusik hati Kate. Ia ingin Kate menjadi vokalis di band-nya. Pertanyaannya: akankah Kate mengiyakan, saat hati mereka pernah retak oleh kisah yang belum tuntas? -Happy Reading, enjoy every page!

More details
WpActionLinkContent Guidelines