KAMAR 304

KAMAR 304

  • WpView
    Reads 48,717
  • WpVote
    Votes 2,260
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2026
!!FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!💌 Ini tentang Aruna Ayudya yang harus merawat pasiennya yang keras kepala Febrian Elvarion Raesvara, lelaki lumpuh yang kehilangan arah. yang lelah terhadap dunia, dan pasrah. "Jangan pergi, Runa, aku mohon..." Suara Febrian serak, nyaris pecah. Kedua matanya merah, memohon... tapi ada sesuatu yang jauh lebih dalam dari sekadar luka-ada kegilaan yang perlahan tumbuh dari kehilangan. "Aku nggak butuh fisioterapi. Aku butuh kamu. Aku butuh kamu di sini, setiap hari, setiap detik." Tangannya yang gemetar menggenggam lengan Aruna lebih kuat. Bukan sekadar mencegah... tapi menahan. Menuntut. "Aku udah kehilangan segalanya, Runa. Keluarga, harga diri, hidupku-semuanya. Jangan paksa aku kehilangan kamu juga. Karena kalau kamu pergi... aku bakal hilang kendali." Ia menyandarkan kepalanya ke sisi perut Aruna. Lembut, tapi sesak. Seperti seseorang yang manja... dan berbahaya. Sentuhan itu bukan sekadar bentuk ketergantungan-itu kepemilikan yang diam-diam ditanamkan. "Kamu sendiri yang bilang mau bantu aku sembuh, kan? Kalau gitu jangan pernah ninggalin aku. Jangan pernah, Runa." Matanya mendongak, menatap Aruna dengan intensitas yang menusuk. "Kamu obatnya. Kamu satu-satunya yang bikin aku waras. Tapi kalau kamu pergi-aku juga akan bawa kamu pergi sama aku. Aku nggak bercanda." Senyumnya tipis, pelan... namun penuh bahaya. "Kamu milik aku sekarang. Nggak akan ada yang bisa ambil kamu dari aku. Bahkan kamu sendiri."
All Rights Reserved
#325
kabur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • FEARLESS || JAYISA
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Poison Of Love
  • kiara's dream
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Swan's Last Pirouette
  • ALUNA
  • Berandal school is a good Papa
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Lembayung Terakhir
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Lautan tak berujung
  • If we can together
  • 101 Days Before In January

𝘞𝘢𝘳𝘯𝘪𝘯𝘨 ❗ 🚫𝘊𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯𝘥𝘶𝘯𝘨 𝘜𝘞𝘜 𝘵𝘪𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘶𝘵, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘶𝘴𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘤𝘢!🚫 🚫𝐒𝐒𝐄𝐁𝐀𝐆𝐈𝐀𝐍 𝐂𝐄𝐑𝐈𝐓𝐀 𝐃𝐈𝐏𝐑𝐈𝐕𝐀𝐓, 𝐅𝐎𝐋𝐋𝐎𝐖 𝐒𝐄𝐁𝐄𝐋𝐔𝐌 𝐌𝐄𝐌𝐁𝐀𝐂𝐀. 𝐓𝐊𝐒. 💓🚫 ⚠️ᴘʟᴀɢɪᴀᴛ ᴅɪʟᴀʀᴀɴɢ ᴍᴇɴᴅᴇᴋᴀᴛ⚠️ "Aku suka sama kamu," ucap gadis berambut panjang itu pada laki-laki tampan di depannya. Dan ya, laki-laki itu melongo. "Sejak kapan?" tanya pria itu dengan alis yang saling bertautan menandakan ketidaksukaan. "Udah lama, sejak SD." "Sejak SD?" ulang pria itu. "Kamu masih kecil," kata pria itu cuek. "Aku udah besar," jawabnya tak mau kalah. Pria di depannya sangat menyebalkan. Padahal umur mereka hanya terpaut tiga tahun. Pria itu mengangkat alisnya sebelah sambil berbalik mengambil minuman soda dari lemari es. "Mau bukti?" desak gadis itu. "Bukti apa?" Pria itu berjalan ke pantri dekat dapur. "Kalau aku sudah besar," ucapnya mengikuti pria itu. "Nggak usah, kamu jelek," jawabnya lagi. Membuat gadis itu jengkel. Udah langsung aja baca ya!! 💓 •Sanksi Pidana Pelanggaran Hak Cipta• ✓ 📌Untuk PLAGIAT : Pidana penjara paling singkat satu bulan dan/atau denda paling sedikit 1 juta rupiah, atau pidana penjara paling lama 7 tahun dan/atau denda paling banyak 5 milyar rupiah. Copyright 2020 by @EphraimLoey

More details
WpActionLinkContent Guidelines