Di Antara Dua Zona Waktu

Di Antara Dua Zona Waktu

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 9, 2025
Empat belas ribu kilometer. Enam jam perbedaan waktu. Satu janji yang terlalu yakin. Naya dan Gibran tak pernah membayangkan bahwa mimpi terbesar mereka justru akan jadi ujian terbesar bagi hubungan mereka. Naya dan Gibran pacaran sejak SMA. Nggak selalu mulus, tapi selalu saling dukung. Sampai akhirnya Naya menerima beasiswa di Berlin. Sementara Gibran tetap di Jakarta, sibuk koas dengan kehidupan yang berbeda 6 jam lebih cepat. Awalnya semua terasa bisa diatur. Ada video call, voice note, bahkan jadwal nonton bareng meski beda negara. Tapi makin lama, waktu jadi musuh. Rasa rindu makin berat, komunikasi makin jarang, dan pelan-pelan mereka mulai berubah. Naya belajar hal-hal baru, ketemu orang baru, dan tumbuh jadi versi dirinya yang lebih mandiri. Gibran juga berubah-nggak selalu bisa ada saat dibutuhkan, dan mulai menyimpan banyak hal sendiri. "Kita mulai semuanya dari bandara. Dengan peluk yang terlalu erat, dan janji yang terlalu yakin. Kupikir, selama kamu percaya padaku, semua akan baik-baik saja. Tapi tak ada yang bilang, percaya saja kadang tidak cukup untuk menahan waktu."
All Rights Reserved
#179
jarak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Zidan With Syakira
  • My Teacher Is My Boyfriend
  • It All Began In London.
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Just Be Friends: Heart to Heart
  • GHAIKA (REVISI)
  • RUANG RINDU
  • Unintelligible (Complete)

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines