Perempuan yang Tak Lagi Mengalah

Perempuan yang Tak Lagi Mengalah

  • WpView
    LECTURAS 2,802
  • WpVote
    Votos 543
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mié, sep 3, 2025
WpInfo
No ficción
"Kakak perempuan itu kuat, katanya. Tapi tak ada yang bertanya: sekuat apa seorang anak harus bertahan sebelum akhirnya patah?" Larasati Wiratmaja, gadis 17 tahun dari Magelang, tak pernah benar-benar menjadi anak. Sejak kecil, ia dipaksa menjadi ibu kedua bagi adik-adiknya, menanggung sunyi, mengelap luka, dan mengorbankan dirinya demi rumah yang retak dan cinta yang tak utuh. Tapi sampai kapan seseorang harus mengalah agar disebut perempuan baik? Dalam perjalanannya dari rumah penuh tuntutan menuju komunitas teater kecil di Jakarta, Laras bertemu suara-suara baru, dan belajar bahwa cinta tak selalu berarti diam. Ia menulis, bersuara, mencinta, dan perlahan berani memilih hidupnya sendiri. Ini adalah kisah tentang beban yang diwariskan secara turun-temurun kepada anak perempuan sulung. Tentang keberanian untuk berhenti menjadi kuat, dan mulai menjadi utuh. 📌 Cerita ini sudah selesai ditulis. 📅 Bab baru akan diunggah setiap 2-3 hari sekali sampai tamat. 📖 Silakan simpan di reading list jika ingin mengikuti perjalanannya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • [END] When the Stars are Tired
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • Saat mimpi, menjadi rumah. (END & TERBIT)
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • Sudut Luka Nazea
  • mandiri tanpa sosok ibu
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)

[TAMAT-LENGKAP] Vote dan komentar sangat diapresiasi😺 Di kota yang tidak pernah benar-benar tidur, di antara bangunan yang dibangun dari ambisi dan jalanan yang tak pernah mengizinkan langkah berhenti terlalu lama, ada dua jiwa yang terus berjalan bukan karena tahu arah, tetapi karena tak tahu bagaimana cara berhenti. Prawira Dirja Kartasasmita yang tumbuh terlalu cepat, terlalu sunyi, terlalu terbiasa membungkam isi hati demi memenuhi ekspektasi. Hidup dalam dunia yang menuntut ketegasan tanpa jeda, di mana keberhasilan adalah mata uang, dan kelembutan dianggap kelemahan. Bukti nyata bahkan jiwa yang paling terlatih pun, pada akhirnya, bisa lelah juga. Rania Dwijaswari Atmadja yang dibesarkan dengan cinta dan tawa keluarga. Anak tunggal yang belajar menjadi dewasa sebelum waktunya, tetapi sering lupa bertanya apakah dirinya baik-baik saja. Di balik senyumnya tersimpan pertanyaan sederhana: akankah ia menemukan dirinya lagi jika terlalu lama beristirahat? Dalam perjalanan panjang yang penuh kebetulan untuk mencari tempat rehat dari kungkungan ekspektasi, akankah dua jiwa ini menemukan alasan untuk tetap duduk, ataukah pintu untuk pergi terasa lebih mudah untuk dijalani? #2 di Romansa (30 Juli 2025)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido