Di Sisi Lain Senyummu

Di Sisi Lain Senyummu

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
Erin adalah gadis yang semua orang kagumi. Ia selalu tersenyum ramah, sopan kepada guru, dan tak pernah membuat masalah. Di sekolah, ia seperti cahaya pagi yang menenangkan lembut, bersinar, dan hangat. Tapi tak ada yang tahu bahwa di balik senyum itu, Erin sedang mati perlahan. Langit, siswa pindahan yang lebih suka diam dan mengamati, mulai mencurigai sesuatu yang tak beres. Senyuman Erin terlalu rapi. Matanya terlalu kosong. Dan ada sesuatu dalam gestur tubuhnya cara ia selalu menjaga jarak satu langkah dari siapa pun, cara ia mencengkeram serbet kecil di lututnya saat gugup yang membuat Langit yakin: Erin sedang menyembunyikan luka yang dalam. Ketika perlahan-lahan Langit mencoba masuk ke dunia Erin, ia menemukan bahwa senyum itu bukanlah tanda harapan, tapi topeng dari trauma masa lalu: penyiksaan emosional, kehilangan, dan upaya bunuh diri yang nyaris berhasil. Dan semakin Langit mendekat, semakin gelap dunia itu menyeretnya masuk. Apakah cinta bisa menyelamatkan seseorang yang bahkan sudah tak ingin diselamatkan? Ataukah justru akan ikut hancur bersama orang yang tak pernah bisa melepaskan masa lalu? Di sisi lain senyummu... ada neraka yang tak terlihat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • To Heal
  • Whispers Between Tears
  • langit tak selalu kelabu
  • Lima Tahun Tanpa Kata
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • Badai, Kapan Berlalu?
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • AMERTA : The Last Embrace
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines