Echoes of Silence (completed)

Echoes of Silence (completed)

  • WpView
    MGA BUMASA 72,358
  • WpVote
    Mga Boto 3,485
  • WpPart
    Mga Parte 46
WpMetadataReadMatureKumpleto Sat, Jun 21, 2025
Ketika dua naga api berbenturan dalam satu kandang dunia yang penuh kekuasaan dan dikendalikan oleh ego, mereka berdiri sebagai dua kutub yang seharusnya saling meniadakan. Mereka dipaksa bekerja dalam satu proyek, satu kota, satu mimpi. Tapi tidak ada yang utuh dalam ruang tempat hasrat tumbuh dari benci. Tidak ada yang murni saat suara perintah terdengar seperti rayuan, dan ketegangan menjadi candu yang mereka telan perlahan tanpa sadar, atau justru sengaja. Di antara perdebatan, ciuman yang tak sengaja terlalu lama, dan godaan yang selalu berada satu detik terlalu dekat, mereka mulai tenggelam. Bukan dalam cinta, tapi dalam kekacauan yang menginginkan lebih. Lebih dari sekadar tubuh. Benci dan cinta, dua hal kompleks yang bersinggungan dalam keterdiaman. Sebab dalam diam, suara paling keras justru bergelora, dan dalam kebencian, hasrat menemukan gema terindahnya. Echoes of Silence - cinta tak pernah seangkuh ini.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Obsessed : Project IRIS
  • Parts of You
  • TEPI EMOSI (End)
  • RadenRatih
  • His Fiero
  • Candle Light
  • Senorita in Trouble
  • Beneath Your Silence

"They didn't fall in love. They were programmed." - - - Aeliana tumbuh sebagai wanita yang terlihat sempurna-tenang, cerdas, elegan. Namun ada bagian dari hidupnya yang hilang. Dikubur terlalu dalam untuk diingat, terlalu berbahaya untuk digali. Ketika bayangan masa lalu mulai bergerak, Ael menemukan dirinya terjebak dalam jaring rahasia bernama Proyek IRIS-sebuah eksperimen yang menyentuh batas kemanusiaan, emosi, dan kendali pikiran. Di antara pengkhianatan, manipulasi, dan obsesi yang membara, Ael harus berhadapan dengan dua pria yang mengikat takdirnya: Kael Renata-pria yang seharusnya ia lupakan. Elion-pria yang menolak melepaskannya. Di dunia tempat cinta bisa menjadi senjata, dan kebenaran berarti kematian, satu pertanyaan tak pernah berhenti menghantui: Apakah emosi yang ia rasakan benar-benar miliknya-atau hasil dari sebuah proyek yang tak pernah gagal? *** "Lepaskan aku," katanya tegas. "Kau tidak berhak mengatur hidupku. Atau hidup Kael." Untuk sesaat, Elion terdiam. Lalu rahangnya mengeras. "Berhak?" ulangnya rendah. "Aku yang memastikan namamu tidak dihapus saat eksperimen gagal. Aku yang mengalihkan perhatian sistem ketika datamu seharusnya dimusnahkan." Ia mendekat lagi, suaranya nyaris geraman. "Kau hidup karena aku mengizinkannya, Ael." Napas Ael tersendat, tapi ia tetap menatap Elion-keras kepala, menolak runtuh. "Kalau begitu bunuh saja aku," bisiknya. "Tapi jangan pakai Kael untuk mengendalikanku." Detik itu juga, tangan Elion menegang. Otot rahangnya menonjol. Matanya menyala oleh sesuatu yang lebih liar dari amarah-sesuatu yang mendekati kehilangan kendali. - - - Haloo teman-temaann, Cerita ini sama seperti sebelumnya, namun ada beberapa paragraf yag aku perbaiki dan terdapat sedikit perubahan Adegan dan Dialog, cuman ga ngerubah alur cerita kok. Selamat Membacaa...

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman