Bunga favoritnya

Bunga favoritnya

  • WpView
    Dibaca 2
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 5, 2025
WpInfo
Fiksi
Misteri
violet adalah anak tunggal dari keluarga shevarta, ia selalu sendiri di rumah di karena kan orang tuanya yang bekerja di luar kota. suatu hari ibu nya mengirim nya sebuah bunga mawar berwarna merah yang indah, violet yang baru pertama kali di beri hadiah oleh ibu nya langsung merawat bunga itu dengan baik. namun saat violet kerja kelompok dengan teman temannya di rumah violet, salah satu dari temannya menyentuh bunga itu dan 2 hari kemudian teman itu di nyatakan hilang yang membuat violet curiga dengan bunga itu. apakah violet bisa memecahkan misteri dari bunga yang di berikan ibu nya?. Warning! -Blood -rata rata foto berasal dari pin -murni haluan author
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#796
bunga
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tetesan Jingga (END)
  •  SHS2 [TELAH DI TERBITKAN]√
  • Crimson Roses: Lys & Kim-(SEASON 2)
  • Violet & Lily
  • Alphabet
  • Haru Ungu Cinta Viola
  • (End)Violet And Her Memories
  • Raihan dan Naura [END]
  • Star Of You

"TAHAP REVISI" Jangan salahkan warna jingga yang memisahkan kita. Cukup salahkan saja waktu, kenapa dia membawa mu pergi ketika Senja berada diujung pantai ini. "Ketika bulan muncul disaat matahari tenggelam. Seketika itu pula, bintang muncul untuk membantu cahaya rembulan tersebut." 'Deltri Anggraini' "Kau salah. Bintang datang bukan untuk membantu cahaya rembulan, tapi dia datang sebagai teman rembulan. Bulan tidak akan indah jika tidak ada Bintang. Begitupun diriku, aku datang untuk teman hidup mu, aku takkan bisa indah tanpa dirimu. Aku datang bukan untuk membantumu bercahaya kembali. Tapi aku akan selalu ada memberi cahaya saat kau redup, memberikan hangat sang mentari Senja kepadamu." 'Zian Leonardo Januardi'

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan