sweet rivalry (gen12 jkt48) [END]

sweet rivalry (gen12 jkt48) [END]

  • WpView
    Reads 5,959
  • WpVote
    Votes 433
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 3, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di balik megahnya Teriaz School-sekolah elite penuh murid berprestasi-tersimpan dua geng paling terkenal dan... paling rusuh. Liondez, lima cowok tampan dengan reputasi singa lapar. Angelix, lima cewek cantik bak bidadari, tapi galaknya jangan ditanya. Saat geng Angelix pindah ke asrama, perang dingin pun dimulai. Cibiran, saling iseng, sampai perang tatapan jadi menu harian. Tapi siapa sangka, di tengah kekacauan dan drama, benih cinta mulai tumbuh? Cinta diam-diam. Persaingan sengit. Dan kekacauan khas anak asrama. Siapa sangka, kadang musuh bebuyutan... justru bisa jadi cinta sejati?
All Rights Reserved
#221
gen12jkt48
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA DI BALIK PERSAINGAN
  • LOVE THAT GROWS FROM FRIENDSHIP || {Jeongminji}
  • Cegil Komplek [00L]
  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Daily life of teenagers (END)

⚠️JANGAN LUPA FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN❗❕ Di kota tempat satu sekolah elite berdiri, ada dua geng motor - yang satu diisi para cewek tajam dan tak tersentuh, yang satu lagi dipimpin cowok-cowok bengal dan tak kenal takut. Mereka bukan cuma musuh... mereka legenda. ‎Gak ada yang tahu siapa mulai duluan. Tapi yang jelas, rivalitas ini udah kayak darah dan bensin - sekali nyala, susah padam. ‎ ‎Stefani, Zeyvra, Revasya, Aquila, dan Rachel. ‎Lima cewek beda karakter, beda luka, tapi satu tujuan: berdiri di atas semua yang meremehkan mereka. ‎ ‎Carandra Zean Artantha, Julian El Rick, Darren Zavier, Alessandro Jean Dupont, dan Noah Lucian Viltaire. ‎Lima cowok yang terlalu liar buat dikekang, terlalu berbahaya buat diabaikan. ‎ ‎Tapi dunia berubah ketika jalanan mempertemukan mereka - bukan dalam pertarungan... tapi dalam rasa. ‎Musuh bisa jadi cinta? ‎Atau cinta malah bikin mereka makin brutal? ‎ ‎Siapa bilang hati gak bisa tabrakan di jalanan yang sama? ‎Ketika cinta muncul di tengah peluru, ego, dan kenangan gelap... ‎Apa mereka sanggup menurunkan gengsi, atau justru jadi alasan kehancuran satu sama lain? ‎

More details
WpActionLinkContent Guidelines