SEASONS

SEASONS

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Highschool
Friends to Lovers
- What if he never left that comment? Ada yang tumbuh dalam diam tanpa diminta. Musim tak pernah mempertemukan karena memang belum waktunya. Dan kemudian menghilang, bukan karena lupa tapi memang tak pernah ingin tinggal. Kadang hidup bukan tentang ditakdirkan, tapi soal waktu dan keadaan yang belum berpihak. Faya, pikirannya selalu terganggu akan dua hal, Asmara dan Pendidikan. Dia tidak berharap lebih tentang nasib asmaranya, tetapi hal itu sering menggangu hidupnya. Katanya, diantara kedua itu harus ada yang dikorbankan. Lalu, bagaimana Faya menghadapi kedua hal tersebut, bisakah ia keluar dari "jebakan" yang ia perbuat sendiri?
All Rights Reserved
#14
galau
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • 𝑴𝒆𝒏𝒄𝒊𝒏𝒕𝒂𝒊𝒎𝒖, 𝑳𝒖𝒌𝒂 𝑩𝒂𝒈𝒊𝒌𝒖✓
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • DALAM DIAM ADA RASA
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Bunga Desa
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Together with The Sundown
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines