We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Kita Semua Pernah Jadi Pelangi

Kita Semua Pernah Jadi Pelangi

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Kini, di sela gerimis yang jatuh perlahan, pelangi muncul di cakrawala. Warna-warni yang membelah langit itu bukan sekadar fenomena, ia adalah kehadiran yang membawa tanya. Mengapa pelangi datang saat hujan masih menyimpan jejak mentari? Mengapa takdir langit mempertemukan mereka, ketika luka lama belum sepenuhnya sembuh? Hujan bingung. Ia menari di antara kebingungan dan harap, di antara rasa ragu dan keinginan. Pelangi, dengan warna-warnanya yang memikat, seolah mengajak hujan berdansa dalam kisah yang belum selesai. Tapi hujan takut-takut bahwa pertemuan ini adalah pengingat lain bahwa waktu belum memberikan jawaban pasti. Langit, yang diam tanpa kata, seakan mengamati dari kejauhan. Mungkin ia ingin hujan belajar, bahwa takdir bukan hanya tentang pertemuan, tapi juga tentang bagaimana menerima dan melangkah. Bahwa luka dan harapan bisa berjalan berdampingan, dan kadang, warna baru harus muncul sebelum hujan benar-benar bisa berhenti. Kala hujan meragu pada takdir langit, ia sedang mencari makna tentang cinta yang pernah ada, tentang harapan yang masih tersisa, dan tentang keberanian untuk membuka lembaran baru meski bayang lama belum pergi.
All Rights Reserved
#84
on
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • LARA(SA)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Hujan di Hari itu
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • PERJODOHAN GUS & NING || ON GOING
  • " To Love ,To Lose "

Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines