Pecahan yang Tak Bertuhan.

Pecahan yang Tak Bertuhan.

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 4, 2025
Tiga saudara laki-laki yang telah lama terpisah dipertemukan kembali oleh kematian ayah mereka-seorang filsuf brilian, kejam, dan dingin yang membesarkan mereka sebagai eksperimen: tanpa cinta, tanpa agama, tanpa ilusi. Dalam rumah masa kecil yang dingin dan membusuk, mereka menemukan surat wasiat yang tak berisi warisan, melainkan teka-teki moral: "Apakah manusia bisa menjadi manusia, jika ia tumbuh tanpa Tuhan dan kasih?" Leo, sang rasionalis kaku yang hidup demi logika. Demyan, mantan calon pendeta yang kehilangan imannya. Maxim, seniman bisu yang melukis rasa sakit yang tak bisa diucapkan. Di antara mimpi-mimpi buruk, jurnal terlarang, dan lukisan yang seolah hidup, mereka harus menggali masa lalu dan menghadapi kenyataan bahwa mereka mungkin bukan hanya anak dari ayah yang sama... tapi juga produk dari eksperimen yang menghancurkan mereka sejak dalam buaian. Sebuah novel psikologis yang menghantui-mencampurkan realisme gelap, surealisme, dan pertanyaan-pertanyaan eksistensial tentang identitas, iman, dan kehampaan.
All Rights Reserved
#6
existential
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melodi Kekacauan [Terbit]
  • LUKA DI BALIK SENYUM
  • Legacy of The Fallen Star (Completed)✔️
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • L:falling love with psychopath (END)
  • Suara yang Terkunci

Perhatian! Cerita ini mungkin sedikit mengandung unsur 21+ Dr. Anaya, seorang psikolog ternama yang dikenal mampu menembus lapisan terdalam pikiran manusia, mendapati dirinya berhadapan dengan kasus paling rumit dalam kariernya. Pasien barunya, Adrian, seorang pria misterius dengan catatan masa lalu yang kabur, didiagnosis dengan gangguan kepribadian antisosial-seorang psikopat. Namun, setiap sesi terapi bersama Adrian membawa Dr. Anaya semakin dekat pada realitas yang mengerikan. Adrian tidak seperti pasien-pasiennya yang lain; ia tidak menunjukkan emosi, tidak ada rasa takut, penyesalan, atau empati. Selama terapi, ia secara halus mulai memanipulasi Dr. Anaya, mengubah dinamika dari seorang pasien menjadi pengendali. Ketika Dr. Anaya mulai merasakan bahwa Adrian mengetahui lebih banyak tentang dirinya daripada yang seharusnya, ia mendapati bahwa hidupnya sendiri mulai terurai. Adrian perlahan-lahan menyeret Dr. Anaya ke dalam permainan psikologis yang mematikan, di mana batas antara kenyataan dan manipulasi mulai kabur. Dalam upaya untuk mendiagnosis Adrian, Dr. Anaya justru mulai kehilangan dirinya sendiri-jiwa dan pikirannya terancam hancur. Dalam cerita penuh ketegangan ini, Dr. Anaya harus menghadapi pertanyaan terbesar. Apakah ia sedang mencoba menyembuhkan seorang pasien, atau terjebak dalam jebakan psikologis yang telah direncanakan dengan cermat oleh seorang tanpa jiwa? Penerbit: Teori Kata Publishing

More details
WpActionLinkContent Guidelines