Dia indah, seperti kota Jogja.

Dia indah, seperti kota Jogja.

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 19, 2025
seorang siswi SMA yang baru saja pindah ke Jogja, menemukan dirinya tersesat dalam keindahan kota yang baru. Suatu malam, dia menemukan seorang pemuda bernama Kaizan yang sedang bermain gitar di taman kota. Musik Kaizan yang merdu membuat Rachel merasa terkesan dan dia memutuskan untuk berhenti sejenak dan mendengarkan. Setelah selesai bermain, Kaizan dan Rachel berkenalan dan mereka menemukan bahwa mereka memiliki minat yang sama dalam musik. Mereka berdua kemudian menghabiskan waktu bersama, berjalan-jalan di sekitar kota Jogja dan menikmati keindahan malam. Rachel dan Kaizan merasa nyaman dan santai bersama, dan mereka berdua mulai membuka hati satu sama lain. Namun, sebelum mereka bisa lebih dekat, Rachel harus pulang karena sudah larut malam. Kaizan dan Rachel berjanji untuk bertemu lagi, tetapi mereka tidak memiliki cara untuk menghubungi satu sama lain. Apakah mereka bisa bertemu lagi dan mengembangkan hubungan mereka?
All Rights Reserved
#268
wattpadstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • Hujan dalam Pandanganku
  • Menjelajahi Rasa
  • Kai-La
  • Frekuensi Rasa [END]
  • Reta_Rega  || End ||
  • YUDHISTIRA ✔️
  • Cinta Di Jogja [Terbit]
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines