"Lalu aku harus bagaimana, Sera?" "Ikuti kata hatimu. Aku tidak akan pernah berani mengambilmu dari Tuhanmu. Aku juga tidak akan meninggalkan Tuhanku untuk cinta seorang manusia yang hatinya bisa dibolak-balikan." •••••• Antara lonceng genta yang berbunyi Dan kumandang adzan yang menggema Terjebaklah dua hati yang berdebar, dua jiwa yang menerka. Lonceng pura yang mengingatkan Jendra Pada leluhur dan tradisi yang kudus Kumandang adzan yang memanggil Serana Untuk bercerita pada Allah yang Maha Pemurah Mereka terjebak, di antara dua dunia Dua agama, dua kepercayaan Namun cinta Jendra kepada Sera tidak terpisahkan. Dengan hati yang terbuka, dan jiwa yang bersih, Dapatkah Jendra mencari jalan, yang dapat mempersatukan Dua cinta, dua hati, dua jiwa yang menerka?
More details