Number one girl

Number one girl

  • WpView
    Leituras 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jun 7, 2025
Takdirku sebagai wanita tanpa perasaan. Bagaimana jika wanita sepertiku yang penuh dengan keterpakasaan, menjalani hubungan dengan pria? yang setiap bertemu dan berkomunikasi selalu mesra, namun nyatanya aku tidak memiliki perasaan yang sebenarnya. Hari-hari aku selalu ceria dan penuh senyuman, akan dicintai oleh pria yang sederhana. Aku menikmati setiap momen nya, namun aku seperti dihantui perasaan bersalah. apakah mungkin aku antagonis dalam ceritaku? mungkin, atau aku juga seorang yang denial dan avoidant? terkadang. Inilah kisah ika, wanita berusia 26 tahun, yang ingin hidup menjadi normal. -ika -ibe @shenqingxue
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Hopeless
  • Binder Of Love
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Narasi patah hati
  • Kamu [SELESAI]✔
  • The CHOICE
  • [✔] Lean On Me || Nomin
  • Meneroka Jiwa 2
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo