The Day We Met

The Day We Met

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 5, 2025
Sebuah kereta melaju kencang dihadapan Martha mengibaskan rambutnya, menunggu kereta selanjutnya datang mengingat ia harus bekerja membuatnya merasa bosan karena jadwal kereta akan tiba 15 menit lagi. Selama 3 tahun lamanya melakukan aktifitas yang sama membuat Martha tidak asing melihat wajah laki-laki introvert berpakaian rapi, dan mereka berseberangan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Loving Like The Sun
  • Sebuah Rasa
  • Denaya : Tahanan Masa Lalu "The Search Of True Love And Trauma Healing"
  • KEMBALI
  • Under The Midnight Sky
  • You're Mine
  • Charmolypi [COMPLETED]
  • Ketika Cinta Tak Lagi Gratis ❤️ ON GOING ❤️
  • Awal Bertemu Denganmu  COMPLETED ✔

Kristal hanya ingin hidup seperti remaja lainnya-bebas, tertawa, dan mencintai. Tapi alergi dingin dan bayang-bayang masa lalu menjebaknya dalam dunia yang sempit. Ibunya terlalu protektif. Mimpinya terlalu jauh. Hidupnya terlalu sunyi. Lalu datang Elvaro. Cowok menyebalkan, penuh masalah, tapi punya satu hal yang tak bisa Kristal tolak: cahaya. Terjebak dalam proyek podcast kampus, mereka terpaksa berbagi waktu, ruang, dan cerita. Lambat laun, Kristal menyadari... bahwa terkadang, matahari bisa menyinari bahkan dari balik awan luka. Namun, saat hatinya mulai hangat, masa lalu pun ikut mendekat. Elvaro menyimpan rahasia besar-yang bisa meruntuhkan semua yang Kristal bangun dengan susah payah. Dan kini, di titik perpisahan dan pilihan... Kristal harus belajar mencintai, bukan dengan rasa takut, tapi seperti matahari: hangat, tulus, dan tetap bersinar-meski segalanya belum pasti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines