Suara dari Timur

Suara dari Timur

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 5, 2025
WpInfo
Non-Fiction
Di tengah hujan dan penggusuran, seorang jurnalis muda pulang ke Danau Sentani, hanya untuk menemukan bahwa kebenaran tak cukup ditulis-ia harus diperjuangkan. "Suara dari Timur" adalah kisah tentang tanah yang ingin dibungkam, suara yang tetap bertahan, dan keberanian untuk melawan lupa. Puitis, emosional, dan penuh cahaya dari tanah Papua yang tak pernah benar-benar sunyi.
All Rights Reserved
#635
sosial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • SEMESTA
  • Tanah yang tak pernah diam
  • NOESIS [END]
  • ASAVELA KIARA
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • RIMBA MERUN
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Senja diujung pelantara
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)

Mereka bilang, jangan pernah main ke hutan itu saat matahari mulai turun. Bukan karena hewan buas. Bukan juga karena tersesat. Tapi karena... tak semua yang berdiam di sana adalah manusia. Di balik pepohonan yang menjulang dan semak berduri, ada satu rumah kosong. Sudah lama tak ditinggali, katanya. Tapi kadang- lampunya menyala. Tirai bergerak. Dan suara tawa terdengar di malam hari. Warga desa memilih bungkam. Anak-anak yang bertanya dibungkam dengan dongeng-dongeng: "Rumah itu milik orang kaya yang pindah ke luar negeri." "Sudah tak ada apa-apa di sana." "Jangan percaya cerita aneh-aneh." Tapi wajah mereka selalu tegang saat menyebutnya. Dan tak ada satu pun yang berani menjejakkan kaki ke tanah itu. Sampai akhirnya, pada suatu sore, Tujuh anak muda tertawa di antara rerimbun hutan, memainkan petak umpet tanpa tahu batas. Langit mulai redup. Angin berubah dingin. Dan salah satu dari mereka... menghilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines