jejak berdarah

jejak berdarah

  • WpView
    LECTURAS 2
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, jun 5, 2025
Suatu hari, seorang polisi tewas akibat pembunuhan acak. Namun anehnya, kasus tersebut dikubur oleh pihak kejaksaan tanpa alasan yang jelas. Polisi itu meninggalkan dua anak: Arga, sang kakak yang penuh semangat membara untuk membalas kematian ayahnya, dan Nian, adiknya yang pendiam tapi tajam pengamatannya. Arga menghabiskan enam tahun hidupnya mencoba membuka kembali kasus sang ayah. Ia menyelidiki, mengumpulkan bukti, hingga mendekati bahaya yang tak terduga. Namun, Arga tewas dalam sebuah kecelakaan misterius sebelum kebenaran terungkap. Sebelum kematiannya, Arga meninggalkan sebuah catatan dan jejak petunjuk kepada Nian. Kini, Nian harus melanjutkan perjuangan kakaknya, menyusuri kegelapan yang sama, dan menghadapi bahaya yang jauh lebih besar. Dengan tekad dan kecerdikannya, Nian bertekad untuk mengungkap siapa sebenarnya pembunuh ayahnya - dan mengapa kasus itu ditutup. Dalam bayang-bayang pengkhianatan, korupsi, dan bahaya, mampukah Nian menyelesaikan misi keluarganya - atau ia akan menjadi korban berikutnya?
Todos los derechos reservados
#40
authorpemula
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • My Loneliness
  • Never Ends
  • Embrace again, Arnan
  • LINTAS FAKULTAS : PROJECT ∆-9
  • The Consept's of Guard Dog [LEVIHAN'S SONS SECRET THEORY]
  • Stay strong & power on
  • Nagisa
  • Cheese Cake (A Mystery Novel)

Harusnya kamu itu sadar diri jadi orang. Setelah apa yang kamu lakuin dulu kamu pantas mendapatkan ini semua." Tio kembali meninggikan suaranya. Thasya yang mendengar teriakan itu memejamkan matanya untuk menahan air matanya. "Udah aku bilang berkali-kali papa. Bukan aku yang dorong kak Vian," teriak Thasya dengan air matanya luruh seketika. "Kamu mengelak lagi. Padahal udah jelas kamu yang memdorong kakakmu sampai jatuh tangga. Dan kamu sekarang ingin bunuh adikmu karena gagal membunuh kakakmu," ucap Tio tajam dan tanganya melempar ikat pinggang itu kearah Thasya. Dan bagia besi ikat pinggang itu mengenai dahi Thasya sampai berdarah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido