Hidupnya kini seperti pelangi setelah hujan badai. Seorang anak laki-laki yang telah bertahun-tahun bergelut dengan luka dari masa lalu, kini mencoba menikmati terang yang menyapa hidupnya. Namun, bayang-bayang gelap itu tetap ada, meski samar. Orang yang pernah melukainya sudah lama tiada, membawa pergi semua kesempatan untuk meminta maaf atau menerima penjelasan. Dulu, ia tumbuh dengan hati yang penuh retakan. Kata-kata tajam, perlakuan dingin, dan ketidakpedulian menjadi keseharian yang ia hadapi. Setiap luka kecil itu perlahan menggunung, menjadi beban berat yang terus ia bawa. Ketika sosok itu pergi, ia tidak tahu apakah harus merasa lega atau justru semakin terluka karena kehilangan kesempatan untuk memperbaiki segalanya.
More details