We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DARAYA.

DARAYA.

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, semua orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang berprestasi.. namun, apakah pantas orang tua memaksa anaknya untuk mematuhi perkataan mereka sedangkan mereka tidak pernah memikirkan perasaan anak itu... sangat malang, bukan? _________ "jadi, selama ini lo ga pernah tulus sama gue?" "ya ngga lah, sekarang gue udah dapet apa yang gue mau, jadi hubungan kita sampai disini aja, makasih dan.......maaf." sakitt, marah, kecewa, sedih.. itu yang di rasakan seorang Dariel...namun dia sama sekali tidak menunjukan reaksi apa pun di wajah nya, wajah itu hanya tampak....datar. "HAHA..BODOH!! DARIEL BODOH.. kenapa gue sedih? bukan kah ini semua sudah biasa? benar begitu...bukan? sedari dulu gue emang gapernah pantas untuk seseorang. tapi kenapa masi saja, sakit?" Rapuh...hanya kata itu yang cocok untuk mengekspresikan sosok anak laki laki itu saat ini. _-_-_--_-_--_-_-_-_--_-_--_-_-_--_-_-_-- murni hasil pemikiran sendiri yaa, maaf kalau aneh aku masih pemula, kata Sunghoon gapapa menciba hehe...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • ALVIVA (END)
  • Juan [REVISI]
  • Memories in Moon
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Full Of Scratches
  • Rintik Hujan
  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • Mengulang Waktu

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines