Kingdom In Ashes

Kingdom In Ashes

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 6, 2025
Suara lonceng tua menggema di antara kabut yang menggantung rendah di lembah Kastil Velraeth. Di puncak menara tertinggi, seorang gadis duduk membisu, membelakangi jendela berjeruji besi. Rambutnya hitam menjuntai, kulitnya pucat seperti pahatan batu, dan matanya kosong... seolah menyimpan kutukan dunia lama. Mereka memanggilnya anak iblis, kutukan berdarah, pewaris tak diinginkan dari Kerajaan Eltherra. Ia dikurung sejak delapan tahun, setelah seorang prajurit hangus oleh api yang muncul dari telapak tangannya sendiri. Dua belas tahun berlalu. Hari ini, pintu baja yang tak pernah terbuka itu berbunyi. Langkah asing mendekat, bukan milik penjaga. Dan dari balik jeruji, seorang pria berjubah hitam berdiri, matanya segelap malam, tangannya membawa surat tua bersegel darah. "Putri Seraphine Elmyra," ucapnya. "Aku datang bukan untuk menyelamatkanmu. Aku datang untuk menagih pernikahan kita-janji darah yang dibuat sebelum kau lahir." Seraphine tersenyum tipis. "Sudah terlambat," bisiknya. "Karena siapa pun yang mencintaiku... akan terbakar." Dan dari kejauhan, angin membawa bisikan yang telah lama dilupakan: "Jika darah iblis bersatu dengan darah manusia... maka kerajaan akan jatuh."
All Rights Reserved
#633
darkstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • The Princess of Perseus
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • THORNED CROWN [ HIATUS ]
  • Bastard Imortal (tamat)
  • KNEEL BEFORE THE CROWN BOOK 1 : DREAM OF LOVE (BL)
  • GENEVIÈVE
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • The Blood of Rosenveil

Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines